Perubahan signifikan di pasar durian Tiongkok membuka peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisi ekspornya. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menilai kondisi ini dapat memberikan keuntungan besar bagi durian asal Indonesia.
Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong di Parigi, Kamis (27/3/2026), menyatakan, “Durian Indonesia asal Parigi Moutong saat ini sedang gencar masuk pasar Tiongkok, adanya perubahan pasar durian global asal Vietnam tentu memberikan dampak positif bagi durian dalam negeri.” Ia menambahkan, pihaknya terus memperkuat rantai pasok guna memastikan durian Indonesia semakin kokoh di pasar ekspor Tiongkok.
Perkembangan terbaru menunjukkan Vietnam sementara waktu menghentikan ekspor durian ke Tiongkok akibat pengetatan standar pengujian keamanan pangan. Di sisi lain, Thailand menghadapi kendala distribusi yang berimbas pada penurunan harga di tingkat petani dan pergeseran sebagian produksi ke durian beku.
Kondisi ini secara langsung memengaruhi pasar Tiongkok, di mana pembeli kini mengambil posisi dominan dengan menahan harga dan memperketat seleksi kualitas. Situasi ini menegaskan bahwa pasar berada dalam kondisi buyer market, yang berarti hanya produk dengan kualitas tinggi dan konsistensi pasokan yang mampu bertahan.
“Seluruh pelaku usaha durian di Indonesia harus membaca situasi ini dengan serius dan penuh tanggung jawab. Ini bukan sekadar penurunan harga, tetapi ujian nyata terhadap kualitas, integritas, dan kesiapan kita memasuki pasar global,” ujar Faradiba.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terbesar bukan hanya datang dari luar negeri, melainkan juga dari praktik internal yang dapat merusak kepercayaan pasar. “Praktik manipulasi kualitas, pencampuran buah yang tidak layak ekspor, dan ketidakkonsistenan pasokan harus dihentikan. Pasar global tidak bisa ditipu. Sekali kepercayaan hilang, maka peluang akan tertutup untuk semua. Kami konsisten menjaga kualitas buah dari tingkat petani, termasuk kehigienisan rumah kemas,” tegas Faradiba.
Di tengah tekanan tersebut, terbuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih strategis sebagai pemasok alternatif di pasar Tiongkok. Namun, peluang ini hanya dapat dimanfaatkan apabila seluruh rantai pasok bergerak dengan standar yang sama, yakni kualitas, disiplin, dan konsistensi.
Kadin meminta petani dan pemasok durian di Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah menjadikan momentum ini sebagai titik balik dalam meningkatkan standar industri. Seluruh pelaku usaha diharapkan menjaga kualitas tanpa kompromi, menerapkan standar panen dan sortir yang baik, serta membangun komitmen jangka panjang dalam menjaga kepercayaan pasar.
“Lebih baik tidak mengirim produk, daripada mengirim dan merusak nama daerah. Kepercayaan adalah modal utama dalam perdagangan global,” kata Faradiba menegaskan. Ia menambahkan, pasar hanya memberi ruang kepada mereka yang siap, dan kini saatnya Parigi Moutong serta Sulawesi Tengah membuktikan diri sebagai bagian dari pemain utama durian dunia. Sebelumnya, pada Kamis (26/2/2026), Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Bupati Parigi Moutong Erwin Burase telah melepas mobil kontainer pengangkut durian beku yang diekspor ke Tiongkok di Torue, Parigi Moutong.
