Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa libur panjang Lebaran 2026 merupakan momentum krusial bagi sektor pariwisata Indonesia. Ia menyoroti peningkatan signifikan pergerakan wisatawan domestik dan kunjungan turis mancanegara selama periode tersebut.
Widiyanti menegaskan, “Libur panjang Lebaran menjadi momentum terbesar terjadinya lonjakan pergerakan wisatawan nusantara maupun peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.” Pernyataan ini disampaikannya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Minggu (15/3/2026).
Menyikapi potensi lonjakan ini, Kementerian Pariwisata telah melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya adalah pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas dan layanan di berbagai objek wisata guna memastikan kesiapan menghadapi peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menyediakan platform Halo Wonderful. Platform ini berfungsi sebagai pusat layanan informasi, pengaduan, penyampaian aspirasi, hingga konsultasi seputar pariwisata bagi masyarakat dan wisatawan.
Upaya lain termasuk koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan acara pertemuan bisnis dan pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), serta kampanye Belanja di Indonesia Aja (BINA). Kementerian juga aktif mendukung promosi acara wisata di daerah dan menampilkan informasi paket wisata libur Lebaran di halaman arahan indonesia.travel.
“Kami juga sudah menerbitkan surat imbauan kepada asosiasi industri pariwisata dan agen perjalanan daring untuk penurunan harga tiket,” tambah Widiyanti, menunjukkan komitmen kementerian dalam memastikan aksesibilitas dan kenyamanan berwisata.
