Modus penipuan siber dengan memanfaatkan tautan video viral kembali marak pada awal tahun 2026. Kali ini, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya link video yang mengusung judul sensasional seperti “Ibu Tiri vs Anak Tiri” dengan latar belakang “kebun sawit” atau “dapur”. Tautan berbahaya ini menyebar luas melalui platform pesan instan seperti WhatsApp dan media sosial, berpotensi menjebak pengguna ke dalam perangkap phishing atau penyebaran malware.
Modus Operandi Penipuan Link Viral
Penyebaran link video palsu ini dirancang untuk memancing rasa penasaran pengguna internet. Dengan judul yang provokatif dan narasi yang mengundang kontroversi, pelaku berharap korban akan tergiur untuk mengklik tautan tersebut tanpa verifikasi. Namun, alih-alih menampilkan konten video yang dijanjikan, link tersebut justru mengarahkan pengguna ke situs-situs berbahaya.
Pakar keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Maret 2026 kembali mengingatkan publik tentang bahaya modus ini. “Kami mengidentifikasi peningkatan signifikan dalam penyebaran tautan phishing berkedok video viral. Masyarakat harus sangat berhati-hati dan tidak mudah percaya pada judul yang terlalu sensasional,” ujar seorang juru bicara BSSN dalam sebuah pernyataan pers.
Ancaman Pencurian Data dan Malware
Ketika pengguna mengklik link “Ibu Tiri vs Anak Tiri” tersebut, mereka akan diarahkan ke berbagai situs berbahaya. Beberapa di antaranya adalah situs phishing yang dirancang untuk mencuri data pribadi, seperti kredensial login akun media sosial, informasi perbankan, atau data sensitif lainnya. Ada pula tautan yang secara otomatis mengunduh malware atau virus ke perangkat korban, yang dapat menyebabkan kerusakan sistem atau bahkan pengambilalihan kendali perangkat.
Selain itu, beberapa link juga mengarahkan pengguna ke portal judi online atau situs dengan konten tidak pantas, yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari klik atau pendaftaran pengguna. Konsekuensi dari terpapar penipuan ini bisa sangat merugikan, mulai dari kehilangan akun, kebocoran data pribadi, hingga kerugian finansial akibat penyalahgunaan informasi.
Langkah Pencegahan dan Keamanan Siber
Untuk menghindari menjadi korban penipuan link video viral ini, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia maya. Pertama, selalu verifikasi sumber tautan sebelum mengkliknya. Jika tautan berasal dari pengirim yang tidak dikenal atau terlihat mencurigakan, sebaiknya abaikan saja.
Kedua, jangan mudah tergiur dengan judul atau narasi yang terlalu sensasional atau provokatif. Ketiga, pastikan perangkat Anda dilengkapi dengan perangkat lunak antivirus yang mutakhir dan selalu perbarui sistem operasi secara berkala. Terakhir, aktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun digital Anda untuk lapisan keamanan tambahan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan tautan atau konten mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti.
