Aktivitas tambang galian yang diduga ilegal di Jalan AH Nasution, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Operasional tambang ini disebut-sebut mengotori jalan provinsi yang baru saja diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jalur vital penghubung Kota Tasikmalaya menuju Kabupaten Garut via Singaparna.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan dump truk keluar masuk mengangkut pasir setiap hari, beroperasi dari pagi hingga malam. Material tanah yang terbawa oleh kendaraan berat ini berceceran di badan jalan, menciptakan kondisi licin saat hujan dan debu tebal ketika cuaca panas.
Padahal, jalan tersebut sebelumnya telah diperbaiki secara menyeluruh melalui program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meliputi penghotmikan, pengecoran beton, serta perbaikan saluran drainase. Namun, warga menilai kondisi jalan kembali kotor dan membahayakan akibat aktivitas angkutan tambang tersebut.
Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Terkesan Tebang Pilih
Indra (55), seorang warga Kecamatan Mangkubumi, mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ini sudah berlangsung lama tanpa adanya penertiban. “Jalan Kecamatan Mangkubumi baru saja diperbaiki Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan penghotmikan dan beton serta memperbaiki saluran drainase. Akan tetapi, dengan adanya aktivitas tambang galian ilegal menyebabkan jalan kotor, licin dan berdebu hingga banyak pengendara termasuk saya beberapa kali nyaris tergelincir,” kata Indra pada Senin (2/3/2026).
Indra menambahkan, tambang tersebut diduga kuat milik seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai Demokrat. Ia menyoroti adanya kesan tebang pilih dalam penertiban, mengingat sebelumnya tim gabungan yang terdiri dari DPRD Komisi I, Satpol PP, dan Polres Tasikmalaya Kota telah melakukan inspeksi mendadak dan menutup sejumlah tambang di wilayah lain.
“Penutupan tambang galian ilegal di Kecamatan Bungursari terkesan tebang pilih, karena aktivitas galian di Mangkubumi luput dari penutupan hingga material tanah mengotori jalan. Kami meminta agar Gubernur Jabar turun langsung menutup aktivitas tersebut karena dapat menyebabkan kerusakan jalan,” tegas Indra.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Wawan, seorang pengendara motor asal Singaparna. Ia mengaku harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama setelah hujan turun. “Kami sudah beberapa kali mengingatkan sesama pengendara supaya waspada, karena jalan yang baru diperbaiki dipenuhi tanah merah dan kondisinya licin,” ujar Wawan.
Harapan Penertiban dari Pemerintah
Wawan berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Pengawas Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan penertiban. “Kami berharap pemerintah dan ESDM Provinsi Jawa Barat segera menutup aktivitas tersebut jika memang ilegal, supaya jalan tidak cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun anggota DPRD yang disebut-sebut terkait kepemilikan lahan tersebut. Warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar kondisi jalan provinsi tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan tidak terancam.
sumber gambar: gesit.id 