Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak para kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa Merah Putih Indonesia (PKMPI) untuk memperkuat peran desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata. Ajakan ini disampaikan dalam acara Pengukuhan dan Konsolidasi PKMPI Provinsi Jawa Tengah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (26/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya solidaritas di antara para kepala desa.
Desa sebagai Panggung Politik Penting
“Kalau anda bisa solid, kita bisa memberikan manfaat. Saya butuh kepala desa untuk bersama-sama membangun, karena desa adalah panggung politik paling penting,” ujar Sudaryono, menyoroti peran krusial kepala desa dalam pembangunan.
Menurut Sudaryono, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen per tahun belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di tingkat desa. Ia mengibaratkan perekonomian nasional seperti sebuah “warung” yang terus berkembang, namun keuntungan dari pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat kecil.
“Warung yang namanya Indonesia ini makin besar, pelanggannya makin banyak, tetapi pertanyaannya, apakah yang punya warung makin sejahtera? Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaatnya,” katanya, menilai kondisi tersebut sebagai tantangan bersama bagi pemerintah dan para pemimpin di tingkat desa.
Wamentan juga menyoroti masih adanya peningkatan jumlah penduduk miskin dalam kondisi tertentu, yang menunjukkan perlunya perbaikan distribusi hasil pembangunan. “Kalau pertumbuhan tidak dinikmati secara merata, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Sinergi Pusat dan Desa untuk Pembangunan Merata
Dalam kesempatan itu, Sudaryono menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan desa dalam menjalankan berbagai program, termasuk di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya. Ia mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya melakukan pembenahan, termasuk penertiban izin usaha yang tidak sesuai aturan serta penanganan praktik-praktik yang merugikan negara.
“Kita ingin memastikan bahwa sumber daya yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir pihak,” jelasnya.
Ditemui usai acara, Sudaryono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyaluran aspirasi para kepala desa di Jawa Tengah yang menginisiasi wadah bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi. “Tujuannya ini kan aspirasi dari teman-teman kepala desa di Jawa Tengah. Jadi mereka bikin satu perkumpulan, kemudian saya diminta untuk hadir dan membina,” ungkapnya.
Ia menegaskan kepala desa merupakan tokoh penting di tingkat akar rumput yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan dan menjalankan program pemerintah kepada masyarakat. “Kepala desa itu penting, tokoh di desa, jadi didengar oleh rakyatnya. Sehingga saya kira perlu bagaimana sinergisitas program itu bisa sampai ke masyarakat desa dan dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, keberadaan organisasi seperti PKMPI juga dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi dari desa kepada pemerintah. “Kalau ada hal-hal yang perlu dilaporkan, aspirasi juga bisa diwadahi dari perkumpulan ini. Saya kira ini perkumpulan yang positif dan tentu saja saya menyambut positif,” kata Sudaryono.
Ia mengharapkan berbagai program pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat desa melalui penguatan sinergi tersebut. “Intinya bagaimana caranya program itu bisa dieksekusi dengan baik di level desa, sehingga program yang baik di pusat itu kemudian terlaksana dengan baik sampai di lapangan,” pungkas Sudaryono.
