JAKARTA – Janji Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, dilaporkan belum sepenuhnya terealisasi di lapangan. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyoroti bahwa di sejumlah daerah, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru banyak mempekerjakan tenaga dari luar wilayah, bukan warga setempat yang seharusnya menjadi prioritas.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kondisi ini berpotensi memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat lokal. Warga di sekitar lokasi SPPG berdiri justru menyaksikan sendiri lapangan kerja yang dijanjikan pemerintah pusat diisi oleh pekerja pendatang.

Eri menambahkan, akar masalah ini bermula dari ketiadaan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sejak tahap awal pembangunan SPPG. Pemerintah kota maupun kabupaten kerap tidak diberi tahu di titik mana SPPG akan didirikan.

“Kami tidak pernah tahu di mana lokasi SPPG akan dibangun,” ujar Eri usai penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI Tahun 2026 di Medan, Kamis (2/7/2026).

Potensi 5.000 Lapangan Kerja Terancam Sia-sia

Secara matematis, potensi lapangan kerja dari program MBG ini sangat besar. Eri Cahyadi memperkirakan, setiap unit SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang.

Artinya, dari 100 SPPG saja, program MBG berpotensi membuka sekitar 5.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat. Namun, angka fantastis itu terancam tidak banyak berarti bagi warga di sekitar lokasi SPPG apabila pemerintah daerah terus dikesampingkan dari proses perencanaan hingga rekrutmen tenaga kerja.

Tanpa keterlibatan pemerintah daerah (pemda) sejak awal, celah bagi masuknya pekerja dari luar daerah akan tetap terbuka lebar. Sementara itu, warga lokal yang semestinya diprioritaskan justru hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

APEKSI mendesak pemerintah pusat untuk melibatkan pemda secara aktif dalam setiap tahapan program MBG. Keterlibatan ini meliputi penentuan lokasi SPPG hingga proses rekrutmen tenaga kerjanya.

Dengan demikian, potensi 5.000 lapangan kerja tersebut, dan yang akan terus bertambah seiring perluasan jumlah SPPG di berbagai daerah, benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat setempat. Hal ini sesuai dengan janji awal yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kesempatan terpisah menyatakan program MBG telah menyerap sedikitnya 987 ribu tenaga kerja dapur MBG di seluruh Indonesia. Selain membuka peluang tenaga kerja langsung, program tersebut juga menyerap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memasok bahan pangan ke SPPG.