Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026. Pertemuan penting ini berlangsung di Kota Medan pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan agenda utama merumuskan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas ini mencakup berbagai aspek krusial bagi pemerintahan kota. Di antaranya adalah kebijakan untuk tahun mendatang, regulasi terkait Transfer ke Daerah (TKD), implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN), serta strategi penanganan berbagai tantangan yang timbul akibat perubahan kebijakan ekonomi nasional dan fiskal.

APEKSI Dorong Solusi, Bukan Sekadar Keluh Kesah

Eri Cahyadi menegaskan bahwa forum APEKSI bukan sekadar wadah untuk menyampaikan keluhan, melainkan platform untuk mencari jalan keluar. “Kita tidak hanya menyampaikan masalah, tetapi kita juga harus menyampaikan solusi. Karena APEKSI bukan untuk menyampaikan keluh kesah, tapi APEKSI memberikan solusi,” ujar Eri dalam keterangannya pada Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Eri, Rakernas APEKSI memiliki peran vital sebagai momentum bagi pemerintah kota dalam menghadapi kompleksitas tantangan yang terus meningkat. Sejak tahun lalu, berbagai daerah di Indonesia telah dihadapkan pada serangkaian persoalan. Isu-isu tersebut meliputi penanganan bencana alam, pengurangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD), kebutuhan efisiensi anggaran, pengelolaan belanja pegawai, hingga permasalahan krusial terkait pengelolaan sampah.

Melalui Rakernas ini, APEKSI berupaya menyatukan suara dan pengalaman dari seluruh pemerintah kota untuk merumuskan langkah-langkah konkret. Tujuannya adalah memastikan pembangunan daerah tetap berjalan efektif dan adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional serta kondisi ekonomi yang terus berubah.