Pemerintah Kota Bandung melaporkan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2025 belum mencapai target yang ditetapkan. Dari target Rp7,577 triliun, pendapatan yang berhasil dihimpun hanya sebesar Rp7,207 triliun atau 95,11 persen.
Laporan ini disampaikan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (30/3).
Farhan menegaskan, “Realisasi pendapatan daerah Kota Bandung tahun 2025 mencapai Rp7,207 triliun atau 95,11% dari target Rp7,577 triliun dan belum mencapai target.”
Pendapatan daerah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,791 triliun atau 91,46% dari target, pendapatan transfer Rp3,367 triliun atau 98,13%, serta lain-lain pendapatan sah yang terealisasi 100%.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp7,490 triliun atau 89,73% dari total anggaran Rp8,347 triliun.
Capaian Positif di Sektor Pembangunan Manusia dan Ekonomi
Di sisi lain, Farhan juga memaparkan sejumlah capaian positif di berbagai sektor. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung mencapai 84,66 poin, masuk kategori tinggi dan melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional yang berada di angka 75,90.
Sejumlah indikator pendukung juga menunjukkan capaian positif, di antaranya usia harapan hidup 76,30 tahun, rata-rata lama sekolah 11,41 tahun, harapan lama sekolah 14,27 tahun, serta pengeluaran per kapita Rp19,28 juta per tahun.
Kinerja ekonomi Kota Bandung sepanjang 2025 juga menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29%, melampaui target 5,1%.
Wali Kota Farhan menjelaskan, “Kinerja ekonomi Kota Bandung juga menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29%, melampaui target 5,1%. Meski sedikit di bawah capaian Provinsi Jawa Barat, ini wajar karena struktur ekonomi Bandung lebih didominasi sektor jasa dan konsumsi. Ini menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif.”
Investasi dan Lingkungan Hidup
Di sektor investasi, realisasi mencapai Rp11,92 triliun atau 107,61 persen dari target Rp11,07 triliun. Capaian ini dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung.
Sementara itu, di sektor lingkungan, penurunan emisi karbon tercatat sebesar 194.150 ton CO2 ekuivalen atau 270,44% dari target. Indeks kualitas lingkungan hidup juga mencapai 58,42, melampaui target yang ditetapkan, serta indeks kelayakan kota berada di angka 8,34 poin.
Farhan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel. “Komitmen Pemkot Bandung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan inovatif terus ditingkatkan, seiring tren peningkatan indeks reformasi birokrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan kota juga diarahkan menjadi lebih inklusif, adil, dan toleran, dengan penguatan sektor ekonomi kreatif serta digitalisasi.
Menutup laporannya, Farhan berharap DPRD Kota Bandung dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah ke depan. “LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama demi Bandung yang lebih baik,” katanya.
