BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, Provinsi Aceh, meminta sekitar 35.000 mahasiswanya untuk meningkatkan kewaspadaan saat kembali ke kampus. Peringatan ini disampaikan menjelang dimulainya semester genap tahun 2026 pada Senin, 9 Februari 2026, di tengah kepadatan arus lalu lintas pasca-liburan dan jelang bulan Ramadan.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Profesor Mustanir, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang ramai. Kepadatan lalu lintas terpantau di sepanjang jalur Nasional Banda Aceh-Medan dan jalur Nasional Banda Aceh-Barat Selatan. Selain itu, jalur penyeberangan laut seperti Pulau Simeulue-Daratan Aceh, Singkil-Pulau Banyak, dan Sabang-Banda Aceh, serta jalur udara Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, juga diperkirakan padat.

Profesor Mustanir, kepada Media Indonesia pada Minggu (7/2), mengimbau mahasiswa perantau agar lebih berhati-hati selama perjalanan. “Terutama saat dalam bus umum, pesawat, kapal penyeberangan, minibus keluarga atau perjalanan sepeda motor,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan yang prima sebelum dan selama perjalanan. Mahasiswa juga diminta untuk menyimpan nomor darurat dan membagikan lokasi kepada teman atau keluarga, khususnya bagi kaum wanita. Kewaspadaan terhadap barang bawaan juga perlu ditingkatkan, terutama saat berada di terminal, bandara, dan pelabuhan penyeberangan.

Bagi mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi atau sepeda motor, Profesor Mustanir mengingatkan agar tidak ugal-ugalan. Ia juga menyarankan mahasiswa/mahasiswi yang menjadi korban terdampak banjir, terutama dari pedalaman dengan kondisi jalan sulit, untuk berangkat pada siang hari. “Tingkatkan kewaspadaan dan berhati-hati bila hujan deras. Saat dalam perjalanan, jangan berhenti pada lokasi rawan longsor, hindari jalur banjir, dan tidak menyeberangi sungai deras,” tegasnya.

Profesor Mustanir juga menyampaikan pesan emosional kepada para mahasiswa. “Ingat orangtua dan keluarga, bukan melepaskan kepergianmu untuk selamanya. Tapi mereka mengharap untuk kembali menjadi harapan masa depan,” tuturnya.

Lulusan Doktor bidang Kimia Organik Kyushu University Jepang itu menambahkan, kaum wanita diharapkan lebih peka terhadap waktu dan kondisi perjalanan. Ia menyarankan agar selalu ada teman sesama dalam perjalanan dan menghindari bepergian saat larut malam. “Jika melihat atau mengalami perilaku kekerasan dan merasa tidak nyaman, jangan ragu melapor ke satgas hotline 0823 2000 293. Cukup istirahat dan jangan memaksa perjalanan kalau kondisi tidak mengizinkan,” tambah Mustanir.

Farida Hanum, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (F-KIP) USK, memilih berangkat lebih awal pada Minggu (8/2) pagi melalui jalur Nasional Sigli-Banda Aceh. Keputusan ini diambil demi keamanan dan kenyamanan. “Apalagi separuh jalur Nasional Sigli-Banda Aceh itu melewati Taman Hutan Raya Pucut Meurah Intan, kawasan Pengunungan Seulawah. Di situ banyak pendakian terjal, tikungan tajam, dan arus lalu lintas padat,” jelas Farida, alumni SMA Sukma Bangsa Pidie.