BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi mengaktifkan program Gerakan Pasar Murah dan Toko Keliling. Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah, menyusul tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga komoditas di lapangan. “Ramadan dan menjelang Idul Fitri harga sejumlah kebutuhan pokok terkerek naik. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan rutin memantau harga bahan pokok serta melaksanakan program gerakan pasar murah di berbagai wilayah,” tutur Ahmad pada Sabtu (7/3/2026).
Penetrasi di 18 Titik Strategis
Pada Ramadan tahun ini, Pemprov Kalsel menjadwalkan pelaksanaan pasar murah di 18 titik yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Satu titik di antaranya dialokasikan khusus bagi kelompok profesi tertentu. Program ini terselenggara berkat kolaborasi dengan berbagai organisasi dan instansi vertikal.
Selain pasar murah, Dinas Perdagangan Kalsel juga mengoperasikan armada Toko Keliling. Inovasi ini bertujuan mempercepat distribusi bahan pokok ke wilayah yang mengalami kendala pasokan atau lonjakan harga signifikan. “Ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasaran,” tambah Ahmad.
Salah satu titik keramaian yang disasar adalah kawasan Ramadan Cake Fair di Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin.
Dampak Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen
Tingginya harga pangan di Kalsel saat ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan banjir yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi, seperti di Kabupaten Banjar. Berdasarkan data pantauan per awal Maret 2026, komoditas cabai mengalami lonjakan harga paling drastis.
Berikut rincian harga beberapa komoditas di pasar per awal Maret 2026:
| Komoditas | Harga per Kilogram |
|---|---|
| Cabai Rawit | Rp100.000 – Rp135.000 |
| Cabai Tiung | Rp65.000 |
| Cabai Merah Keriting | Rp66.000 |
| Bawang Merah | Rp58.000 – Rp90.000 |
| Beras Premium | Rp17.000 – Rp18.000 |
| Beras SPHP (per 5 kg) | Rp59.000 |
| Ikan Telang | Rp150.000 |
| Ikan Sapat | Rp80.000 |
| Ikan Teri | Rp60.000 |
Upaya intervensi melalui pasar murah dan toko keliling ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga yang masih berlangsung. 
