Perayaan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 berlangsung meriah di Kota Makassar. Festival yang digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan ini menjadi salah satu festival rakyat terbesar di kota tersebut, berlangsung sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

Suasana festival kian semarak dengan kehadiran lebih dari 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka menjajakan beragam kuliner khas serta produk-produk Imlek yang menarik perhatian pengunjung. Selain itu, festival ini juga menyuguhkan parade barongsai yang energik, lampion warna-warni yang menghiasi malam, serta pertunjukan seni budaya Tionghoa dan lokal yang memukau.

Aspek keamanan perayaan ini juga menjadi prioritas. Aipda Irfandi, personel Polres Pelabuhan Makassar, mengungkapkan bahwa sebanyak 221 personel dikerahkan untuk mengamankan jalannya festival selama dua hari. Mereka disebar di berbagai titik strategis, mulai dari area Jappa Jokka, rute arak-arakan, hingga tahap konsolidasi pada pukul 23.00 WITA.

“Pelaksanaan pengamanan alhamdulillah berjalan lancar, dan seluruh personel bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ujar Aipda Irfandi.

Tahun ini, perayaan Cap Go Meh memiliki nuansa istimewa karena bertepatan dengan momen bulan Ramadhan. Hal ini menciptakan suasana festival yang lebih hangat dan inklusif. Pengunjung tidak hanya berasal dari etnis Tionghoa, tetapi juga banyak umat Muslim yang turut hadir untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama di area UMKM.

Bentuk toleransi antarumat beragama semakin terlihat jelas ketika salat Maghrib berjamaah digelar di depan panggung utama, menunjukkan indahnya kebersamaan di tengah perbedaan.

Salah satu pengunjung, Tifani, berbagi pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan simbol penutupan dari rangkaian Tahun Baru Imlek, yang tahun ini jatuh pada Tahun Baru Kuda.

“Saya tahun lalu juga datang ke Cap Go Meh, dan tahun ini ikut lagi karena seru. Bisa quality time bareng teman dan keluarga,” tutur Tifani.

Festival Cap Go Meh di Makassar tidak hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi simbol nyata kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama. Melalui ruang pertemuan budaya dan tradisi ini, masyarakat diingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang esensial untuk menjaga persatuan dan harmoni sosial.