Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembukaan kembali kantor-kantor biro Perum LKBN ANTARA di luar negeri. Pernyataan ini disampaikan Evita saat memimpin kunjungan kerja Komisi VII DPR di Semarang pada Jumat (20/2/2026).
“ANTARA ini jadi anadalan sumber berita di luar negeri,” ujar Evita, menekankan peran strategis kantor berita nasional tersebut dalam menyajikan informasi yang netral dan mendukung kebijakan pemerintah.
Menurut Evita, netralitas berita yang dihasilkan ANTARA sangat krusial, terutama jika dibandingkan dengan sumber berita lain yang mungkin memiliki kepentingan tertentu. “Kalau berita ambil dari TV yang lain kadang ada kepentingan,” tambahnya.
Dukungan serupa juga datang dari Wakil Ketua Komisi VII DPR lainnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Ia menegaskan bahwa ANTARA, bersama dengan RRI dan TVRI, memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penyeimbang di era “post truth” saat ini.
“Harus menjadi corong utama pemerintah dan DPR,” kata Rahayu. Ia melanjutkan, “Tiga lembaga penyiaran ini, lanjut dia, harus bisa menjadi penyambung lidah rakyat, sehingga upaya pemerintah bisa dilakukan tanpa harus menunggu viral.”
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, memaparkan rencana strategis terkait pembukaan kembali biro-biro di mancanegara. Benny menyoroti pentingnya peran ANTARA dalam fungsi cek fakta di tengah derasnya arus informasi global.
Saat ini, Kantor Berita ANTARA telah memiliki dua biro di luar negeri, yakni di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Beijing, Tiongkok.
