Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, menegaskan bahwa tradisi Lebaran Ketupat merupakan simbol kesatuan dan kebersamaan yang mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga harmoni serta kerukunan di tengah keberagaman. Pernyataan ini disampaikan Furqanuddin saat menghadiri tradisi tahunan tersebut di Banggai pada Minggu, 29 Maret 2026.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat mempererat ikatan silaturahmi kita untuk membangun rasa persaudaraan yang lebih erat, sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis, saling menghormati, dan bekerja sama demi kemajuan daerah kita bersama,” ujar Furqanuddin Masulili dalam keterangannya di Palu.
Menurut Furqanuddin, tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Ia berharap, kegiatan ini dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, agar senantiasa menjunjung tinggi toleransi dan gotong royong,” tambahnya.
Wabup Banggai juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Acara yang dipusatkan di kawasan Pantai Hek Permai tersebut tidak hanya menampilkan tradisi makan bersama, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat.
Selain itu, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berpartisipasi dengan membuka lapak dagangan di sepanjang kawasan pantai. Beragam produk yang ditawarkan, mulai dari kuliner khas daerah, minuman segar, kerajinan tangan, hingga pakaian, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Furqanuddin Masulili berharap tradisi Lebaran Ketupat dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya daerah serta mendorong kebersamaan dan pembangunan ekonomi masyarakat.
