Sebuah insiden tak terduga mewarnai suasana duka prosesi pemakaman penyanyi Vidi Aldiano di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu, 8 Maret 2026. Momen seorang pria lanjut usia menarik masker yang dikenakan istri almarhum, Sheila Dara Aisha, terekam kamera dan viral di media sosial, memicu beragam reaksi publik.
Vidi Aldiano, musisi kenamaan pelantun “Nuansa Bening”, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemar. Sebelumnya, sebulan sebelum meninggal, Vidi Aldiano sempat mengalami pneumonia dan dirawat selama 10 hari. Chua Kotak, yang melayat ke rumah duka, juga sempat mengungkapkan kebaikan hati orang tua Vidi Aldiano.
Momen Viral Penarikan Masker
Dalam prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat pada Minggu pagi, Sheila Dara terlihat tegar mendampingi sang suami hingga ke peristirahatan terakhir. Ia mengenakan gamis gelap, jilbab biru, dan masker hitam.
Namun, di penghujung acara, sebuah video singkat yang diunggah akun X @muhammadtuhasan menjadi sorotan. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang kakek berkemeja putih dan berpeci hitam tiba-tiba mendekati Sheila Dara dan menarik masker yang menutupi wajahnya.
Meski masker tidak sampai terlepas sepenuhnya, aksi tersebut cukup jelas terlihat dan membuat Sheila Dara secara spontan kembali menaikkan maskernya. Momen ini kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan di kalangan warganet.
Reaksi Warganet
Insiden penarikan masker ini sontak menimbulkan pro dan kontra di jagat maya. Sebagian warganet menyayangkan tindakan kakek tersebut yang dianggap tidak etis dan mengganggu privasi Sheila Dara di tengah suasana duka. Mereka menyoroti pentingnya menjaga etika dan menghormati ruang pribadi seseorang, terutama dalam momen sensitif seperti pemakaman.
Di sisi lain, beberapa warganet menduga tindakan kakek tersebut mungkin tidak disengaja atau didasari niat lain yang belum diketahui, seperti ingin melihat wajah Sheila Dara dengan lebih jelas untuk menyampaikan belasungkawa. Namun, mayoritas tetap menekankan pentingnya menjaga jarak dan etika, terutama di masa pandemi yang masih mengharuskan penggunaan masker.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti kakek yang terlibat dalam insiden tersebut masih menjadi pertanyaan publik. Peristiwa ini menjadi pengingat akan sensitivitas dan etika dalam berinteraksi, terutama di ruang publik dan dalam momen-momen emosional.
