Jagad maya kembali dihebohkan dengan kemunculan video yang diklaim sebagai ‘part 2’ dari konflik ibu tiri dan anak tiri yang sempat viral beberapa waktu lalu. Video lanjutan ini disebut-sebut berlatar di dapur, memicu rasa penasaran publik yang luas. Namun, masyarakat diimbau untuk sangat berhati-hati karena banyak beredar link palsu yang memanfaatkan isu ini untuk tujuan tidak bertanggung jawab.
Fenomena video ‘ibu tiri vs anak tiri’ ini pertama kali mencuat dan menarik perhatian netizen karena dramanya yang intens. Kini, dengan klaim adanya sekuel yang berlokasi di dapur, antusiasme publik kembali memuncak, mendorong banyak pengguna internet untuk mencari dan mengklik tautan yang menjanjikan akses ke video tersebut.
Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa di balik janji ‘part 2’ video viral ini, terdapat risiko serius. Banyak tautan yang beredar di berbagai platform media sosial, termasuk WhatsApp, X (Twitter), dan TikTok, merupakan jebakan phishing atau mengandung malware. Mengklik link-link tersebut dapat membahayakan perangkat pengguna, mulai dari pencurian data pribadi, peretasan akun, hingga instalasi virus yang merusak sistem.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum mengklik tautan apa pun, terutama yang terkait dengan konten viral yang sensasional. Hindari mengunduh aplikasi tidak dikenal atau memberikan izin akses yang mencurigakan setelah mengklik link. Lebih baik mengabaikan atau melaporkan tautan yang mencurigakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Peningkatan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi maraknya konten viral yang disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah benteng terbaik untuk melindungi diri dari ancaman siber yang terus berkembang.
