Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, mengungkapkan bahwa revitalisasi Alun-Alun Gerung berawal dari sebuah perenungan mendalam mengenai minimnya aktivitas publik di ibu kota Kabupaten Lombok Barat tersebut setelah jam kerja. Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali denyut nadi kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kegiatan mengubah alun-alun lahir dari sebuah perenungan, pagi bangun begitu sore pulang kantor tidak ada kehidupan setelah jam 4 sore di Gerung,” ujar Zaini dalam pernyataannya di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin, 24 Februari 2026.

Perenungan tersebut, lanjut Zaini, memunculkan gagasan untuk menciptakan ruang publik yang dinamis melalui penataan kawasan Alun-Alun Gerung. Revitalisasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam membangkitkan partisipasi warga dan pelaku usaha setempat.

“Dari hari ke hari proses pertumbuhan ekonomi di Gerung sudah mulai terasa,” kata Zaini, menegaskan dampak positif dari proyek tersebut.

Fokus Estetika dan Ekonomi

Zaini menjelaskan, revitalisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan estetika kota, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi yang berkorelasi langsung dengan peningkatan pendapatan masyarakat melalui beragam aktivitas di ruang publik. Proyek ini mencakup penataan lanskap, pembangunan lintasan lari, area pujasera, wahana bermain anak, serta air mancur.

Selain itu, Alun-Alun Gerung juga diintegrasikan dengan kawasan perkantoran bupati dan akan menghadirkan hari bebas kendaraan bermotor setiap akhir pekan, baik pada malam maupun pagi hari. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Gerung sebagai Identitas Ibu Kota

Pemerintah Lombok Barat menjadikan revitalisasi ini sebagai bagian dari strategi untuk menguatkan identitas kota, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tengah populasi daerah yang terus bertambah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk Lombok Barat mencapai 748.580 jiwa, dengan proporsi penduduk usia produktif (15-59 tahun) hampir 65 persen dari total populasi.

Khusus Kecamatan Gerung, yang merupakan ibu kota Kabupaten Lombok Barat, memiliki populasi 95.009 jiwa dengan luas wilayah 62,30 kilometer persegi dan kepadatan penduduk lebih dari 1.500 jiwa per kilometer persegi.

Bupati Zaini menekankan bahwa Lombok Barat merupakan daerah berbasis desa, sehingga Gerung perlu dibenahi agar memenuhi standar sebuah ibu kota dan pusat pemerintahan. Ia mengakui bahwa kondisi Gerung saat ini belum sepenuhnya mencerminkan standar tersebut, sehingga banyak aspek yang masih memerlukan perbaikan.

“Itulah alasan kenapa kegiatan pembangunan kami harus fokuskan di Gerung, karena ini adalah identitas. Kami harus melakukan revitalisasi agar ada perubahan,” pungkas Zaini, menegaskan urgensi dan prioritas pembangunan di Gerung.