Sebuah video yang merekam perseteruan sengit antara seorang dan anak tirinya di sebuah perkebunan kelapa sawit mendadak viral di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok dan X (sebelumnya Twitter). Insiden yang diduga terjadi di wilayah Provinsi Riau ini menjadi perbincangan hangat publik sejak akhir Maret 2026, dengan jepit rambut putih milik sang menjadi salah satu detail yang paling disorot.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua menit tersebut, terlihat jelas adu mulut yang berujung pada tarik-menarik antara kedua wanita itu. Pada satu momen, jepit rambut putih yang dikenakan remaja putri tersebut terlepas dan terinjak, seolah menjadi simbol dari ketegangan yang memuncak. Video ini pertama kali diunggah oleh akun anonim di TikTok dan dengan cepat menyebar, memicu jutaan tayangan serta ribuan komentar yang terbagi menjadi dua kubu: ada yang mengecam tindakan ibu tiri, ada pula yang bersimpati.

Penyelidikan Polisi dan Upaya Mediasi

Menyikapi viralnya video tersebut dan laporan dari masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) setempat segera bergerak. Kompol Budi Santoso, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Riau, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan. “Kami sedang mendalami motif di balik perseteruan ini. Keduanya sudah dimintai keterangan dan kami berupaya melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar terbaik bagi keluarga ini,” ujar Kompol Budi pada Selasa, 14 April 2026.

Dugaan awal mengindikasikan bahwa konflik keluarga ini berakar dari masalah warisan dan serangkaian salah paham yang telah menumpuk. Pihak kepolisian, bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Riau, berupaya keras untuk memfasilitasi mediasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berlanjut ke ranah hukum yang lebih jauh.

Dukungan Psikologis dan Dampak Media Sosial

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Ibu Siti Aminah, menyatakan keprihatinannya terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami oleh anak tiri, terutama setelah insiden tersebut menjadi konsumsi publik. “Kami akan memberikan pendampingan psikologis kepada anak tiri, mengingat dampak emosional dari kejadian ini dan viralnya video tersebut di media sosial,” kata Ibu Siti.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan mediasi, tanpa adanya penetapan tersangka. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penyelesaian konflik keluarga secara damai dan bijaksana, sekaligus mengingatkan akan kekuatan dan dampak media sosial yang dapat dengan cepat mengubah masalah pribadi menjadi perhatian publik luas.