Popularitas kreator konten Nay TikTok kembali menjadi sorotan publik pada Rabu, 25 Februari 2026. Setelah sebelumnya dihebohkan dengan berbagai istilah seperti “nay tiktok videy”, “nayfareza blunder”, hingga “video Nay sikat gigi”, kini Nay kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya menyusul beredarnya video yang diduga menampilkan adegan tidak senonoh.

Tingginya volume pencarian atas nama-nama terkait Nay TikTok menjadi bukti nyata popularitasnya. Istilah seperti “Nay TikTok”, “Nay TikTok viral”, dan “video Nay TikTok” masih terus diburu netizen di mesin pencarian maupun platform media sosial.

Video Diduga Sensitif Beredar, Versi Panjang Diklaim Ada di Videy

Berdasarkan penelusuran, video yang menjadi viral tersebut merupakan rekaman amatir yang memperlihatkan Nay melakukan adegan syur. Dalam video itu, Nay diduga nekat membuka pakaian bagian atas, lalu memainkan “asetnya” dengan tangan.

Informasi yang berkembang di kalangan warganet menyebutkan, video versi panjang Nay TikTok konon tersedia di situs berbagi video bernama Videy. Platform ini sebelumnya telah dikaitkan dengan isu penyebaran konten pribadi Nay dan kini kembali menjadi sorotan publik sebagai incaran utama netizen yang penasaran.

Perburuan Link di X dan Ancaman Berbahaya

Fenomena menarik terjadi di platform X (sebelumnya Twitter), di mana banyak akun membagikan tautan-tautan Videy dengan klaim berisi video Nay berdurasi panjang. Akun-akun ini kerap menggunakan foto profil dan nama yang menarik perhatian, disertai cuitan provokatif seperti “LINK VIDEONYA ADA DI SINI” atau “VIDEO NAY FULL DURASI”.

Netizen yang penasaran pun ramai-ramai mengunjungi tautan tersebut, berharap bisa mendapatkan akses ke video yang selama ini menjadi misteri. Namun, di sinilah letak permasalahan seriusnya.

Berdasarkan penelusuran dan pengalaman sejumlah netizen, tautan-tautan Videy yang diklaim berisi video Nay durasi panjang umumnya tidak langsung mengarahkan pengguna ke konten yang dijanjikan. Sebaliknya, pengguna akan di-redirect ke berbagai laman lain.

Pola yang paling sering ditemui adalah pengguna diarahkan ke laman iklan, baik iklan biasa maupun iklan judi online. Tak jarang juga pengguna dibawa ke laman-laman affiliate yang dirancang untuk menghasilkan uang bagi pemilik tautan. Untuk bisa mencapai video yang dimaksud, pengguna biasanya harus melakukan klik hingga puluhan kali, melewati berbagai laman iklan, survei palsu, atau tawaran mengunduh aplikasi tertentu.

Yang paling berbahaya, tidak jarang tautan-tautan tersebut mengarahkan pengguna ke laman berisi malware, tanpa memberikan kesempatan sedikit pun kepada netizen untuk menonton video Nay TikTok yang mereka cari. Perangkat ponsel atau komputer yang digunakan pun berisiko terinfeksi dan mengalami pencurian data pribadi.

Netizen Diimbau Waspada dan Bijak

Menyikapi hal ini, berbagai pihak mengimbau netizen untuk tetap waspada dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming tautan video Nay TikTok. Rasa penasaran yang berlebihan justru bisa berujung pada kerugian, baik dari sisi keamanan data maupun potensi penipuan.

Modus seperti ini sering memanfaatkan momen viral untuk menjebak pengguna. Mereka yang nekat mengklik tautan sembarangan berisiko menjadi korban phishing, pencurian data pribadi, hingga peretasan akun-akun penting. “Jangan pernah mengklik tautan mencurigakan yang mengaku memiliki konten sensitif, apalagi jika harus melalui proses berbelit-belit. Itu sudah pasti modus penipuan atau penyebaran malware,” demikian imbauan dari berbagai pihak.

Selain itu, netizen juga diimbau untuk tidak ikut menyebarluaskan tautan-tautan tersebut, karena secara tidak langsung turut berkontribusi dalam rantai penyebaran konten berbahaya.