Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperingatkan bahwa stok daging ayam broiler dan cabai rawit di wilayahnya masuk kategori “zona merah” menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Kondisi ini terjadi di tengah pasokan yang terbatas dan lonjakan kebutuhan masyarakat, memicu kenaikan harga signifikan.

Kepala DKP Kota Mataram, Sudirman, pada Kamis (19/3/2026), menjelaskan bahwa secara umum stok pangan seperti beras, daging sapi, minyak goreng, gula, dan bumbu-bumbuan relatif aman dan mencukupi. “Tapi untuk daging ayam broiler dan cabai rawit masuk kategori ‘zona merah’, karena stok terbatas tapi kebutuhan meningkat sehingga harga naik menjelang Lebaran,” ujarnya.

Saat ini, harga daging ayam broiler telah mencapai Rp50.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp35.000-Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit kembali melonjak drastis hingga Rp130.000 per kilogram, setelah sebelumnya pada 13 Maret tercatat Rp70.000 per kilogram.

Berbeda dengan ayam broiler dan cabai rawit, harga komoditas pangan lainnya seperti beras dan daging sapi dilaporkan masih dalam posisi normal dan stabil. Sudirman menyebut, kenaikan harga pada dua komoditas tersebut dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan kebutuhan masyarakat yang melonjak tajam menjelang Lebaran, serta penurunan stok di tingkat lokal.

Pengawasan Ketat Satgas Pangan

“Dua faktor itulah, yang memicu kenaikan terhadap komoditas tersebut,” tegas Sudirman. Menanggapi kondisi ini, DKP Kota Mataram bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan setempat terus melakukan pengawasan ketat setiap hari.

Sudirman menambahkan, “Kami dari tim Satgas harus turun setiap hari untuk memantau terus dan tingkatkan koordinasi lintas sektor. Jangan sampai distributor mengambil keuntungan terlalu tinggi.” Koordinasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.

Satgas Pangan berkomitmen untuk terus mengawal rantai distribusi agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat, meskipun di tengah tingginya permintaan. DKP Mataram juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan.

“Dengan kondisi ini, kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan belanja sesuai kebutuhan,” pungkasnya.