BANDA ACEH, 22 Mei 2026 – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menerjunkan sebanyak 352 personel untuk mengawasi pemeriksaan dan penyembelihan hewan kurban di berbagai wilayah Aceh. Tim yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan ini bertugas memastikan hewan kurban memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) menjelang Idul Adha 2026.
Program Supervisi Pemeriksaan serta Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) 2026 ini secara resmi diluncurkan dan dilepas pada Selasa (19/5) di kampus FKH USK. Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Aceh serta ratusan mahasiswa dan tenaga kependidikan yang akan terlibat dalam kegiatan tahunan ini.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Kualitas Hewan Kurban
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi FKH USK dalam menghadirkan program pengawasan hewan kurban berbasis kesehatan masyarakat veteriner. Menurutnya, SPPHQ menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
“SPPHQ menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan pelaksanaan ibadah kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat,” ujar T. Robby Irza. Ia juga berharap program ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh dan sadar pentingnya keamanan pangan asal hewan.
Rektor USK, yang diwakili oleh Profesor Rahmat Fadhil selaku Direktur Kewirausahaan dan Alumni USK, menegaskan bahwa SPPHQ merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Keterlibatan dosen, mahasiswa, praktisi dan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama dalam memastikan hewan kurban yang memenuhi prinsip ASUH serta layak dikonsumsi masyarakat,” kata Rahmat Fadhil.
Ratusan Personel Diterjunkan ke Tiga Wilayah
Ketua Panitia SPPHQ 2026, M. Agung Nur Sanjaya, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak April dan akan berakhir pada Juni 2026. Kegiatan ini mencakup survei lokasi, webinar nasional, pelatihan peserta, pemeriksaan antemortem dan postmortem, hingga evaluasi lapangan.
Secara rinci, tim supervisi terdiri dari 72 dosen dan praktisi, serta 280 mahasiswa. Mereka akan disebar ke berbagai kabupaten/kota di Aceh, antara lain Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKH USK, Faisal Jamin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. “Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi bersama Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, Dinas Pertanian Aceh Besar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Aceh dan berbagai pihak lainnya,” tutur Faisal Jamin.
Dokter hewan tersebut juga menambahkan harapannya agar seluruh tim supervisi dapat menjalankan tugas secara optimal. “Harapan nya seluruh tim supervisi dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan asal hewan secara berkelanjutan,” pungkas Faisal Jamin.
