Senyum getir warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, perlahan berganti syukur. Di tengah sisa lumpur pascabanjir hebat yang melumpuhkan infrastruktur, bantuan krusial mulai mengalir. Pengusaha nasional Hendy Setiono bersama pakar medis dr. Irmadita Citrashanty terjun langsung membawa solusi yang paling dicari warga saat ini, yakni air bersih dan layanan kesehatan gratis.
Kolaborasi ini terwujud dalam penyaluran tujuh unit toren air berkapasitas besar untuk titik-titik pengungsian dan permukiman terdampak. Bagi masyarakat Pidie Jaya, toren tersebut bukan sekadar tangki plastik, melainkan tumpuan hidup setelah sumber air tanah mereka tercemar material banjir. Tokoh masyarakat setempat mengakui bahwa akses air bersih sempat lumpuh total sebelum bantuan ini tiba.
“Kami datang membawa amanah para donatur untuk memastikan bantuan ini mendarat di tangan yang tepat. Tujuh toren ini menjadi tumpuan warga untuk memasak, mandi, hingga beribadah,” ujar Hendy Setiono saat menyerahkan bantuan di lokasi terdampak pada Selasa, 30 Desember 2025.
Mencegah Petaka Lanjutan Pasca-Banjir
Bencana banjir kerap meninggalkan jejak penyakit yang tak kalah berbahaya. Sebagai dokter spesialis kulit dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya sekaligus CEO Aiola Group, dr. Irmadita Citrashanty memahami betul ancaman wabah pascabencana. Ia bergerak sebagai relawan medis utusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyisir kesehatan warga yang mulai menurun.
Dalam satu hari saja, dr. Irmadita bersama tim tenaga kesehatan berhasil menangani lebih dari 100 pasien. Keluhan mereka beragam, mulai dari infeksi kulit hingga gangguan pencernaan akibat lingkungan yang tidak higienis.
“Risiko penyakit kulit dan pencernaan melonjak drastis setelah banjir. Toren air ini berfungsi menjaga agar cadangan air warga tetap higienis. Kami ingin memberi kepastian bahwa kesehatan mereka terjaga selama masa pemulihan,” tutur dr. Irmadita di sela-sela pemeriksaan pasien.
Sentuhan Humanis bagi Perempuan dan Anak
Bantuan ini tidak hanya menyentuh urusan teknis air dan obat-obatan, tetapi juga sisi paling sensitif dari kebutuhan pengungsi. Melalui Aiola Group dan Baba Rafi Enterprise, dr. Irmadita menyalurkan paket kebutuhan spesifik perempuan dan anak-anak. Mulai dari popok, susu bayi, pakaian dalam, hingga makanan siap saji dibagikan langsung secara door-to-door.
Ia merasa kehadiran langsung di lapangan memberikan perspektif berbeda dibanding hanya sekadar mengirim bantuan dari jauh. “Bantuan bukan soal angka atau jumlah, tapi tentang ketepatan sasaran. Dengan hadir di sini, kami merasakan langsung apa yang mereka butuhkan,” tambahnya.
Aksi nyata Hendy Setiono dan dr. Irmadita ini menjadi potret bagaimana sektor swasta dan tenaga profesional bisa bergerak cepat tanpa birokrasi yang rumit. Komitmen jangka panjang dari jaringan usaha mereka diharapkan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk ikut serta mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di Serambi Mekkah.
