INNALILLAHI Wainnailaihi Raji’un. Teungku Nyak Sandang, seorang pelaku sejarah awal kemerdekaan Indonesia yang dikenal sebagai donatur pembelian pesawat Seulawah RI-001, telah berpulang. Pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Lelaki berusia lebih dari 100 tahun ini mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.20 WIB pada Selasa (7/4), di kediamannya yang berlokasi di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, tepatnya di kawasan Pasar Lamno.

Mengenang Jasa Sang Donatur

Kepergian Teungku Nyak Sandang menjadi duka mendalam bagi masyarakat Tanah Air, mengingat perannya sebagai saksi dan pelaku sejarah yang memahami kondisi Indonesia di awal kemerdekaan. Berita duka ini dengan cepat menyebar ke seluruh Aceh, seantero Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Rumah almarhum berada persis di dekat Masjid Baitussalam Nyak Sandang. Masjid ini dibangun sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya dan memenuhi permintaannya saat diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Presiden di Jakarta pada 21 Maret 2018. Pembangunan masjid dimulai pada Oktober 2020 dan diresmikan pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Penyebab Kepergian dan Keterangan Resmi

Camat Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Syamsuddin, menjelaskan kepada Media Indonesia sesaat menjelang pemakaman Teungku Nyak Sandang sekitar pukul 14.00 WIB, bahwa kepergian tokoh sejarah tersebut disebabkan oleh faktor usia atau uzur.

“Ada seorang dokter pribadi yang mengawasi kondisi kesehatan Teungku Nyak Sandang. Dokter itu dari Banda Aceh dan dibantu oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Lamno, Aceh Jaya, yang selalu mengontrol. Di usia yang sudah 100 tahun lebih, tadi siang Almarhum Teungku Nyak Sandang menghadap kembali ke Rahmatullah,” tutur Syamsuddin.