PALU, KILATNEWS.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, kembali mengoptimalkan seluruh layanan akademik pasca-libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan pelayanan prima bagi seluruh civitas akademika.

Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menegaskan pentingnya pelayanan yang tulus sebagai wujud perayaan kebersihan jiwa setelah berpuasa. “Jika puasa membersihkan jiwa, maka pelayanan prima adalah cara kita merayakan kebersihan jiwa tersebut. Melayani dengan hati berarti menjadikan setiap tanda tangan, setiap penjelasan, dan setiap bantuan sebagai ibadah,” ujar Prof. Lukman di Palu, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kualitas pelayanan akademik yang diberikan kepada mahasiswa, dosen, masyarakat, dan mitra kerja harus dimulai dari komitmen pribadi masing-masing individu. Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan tinggi, pelayanan prima menjadi prioritas utama demi menjaga reputasi dan citra institusi.

Rektor Minta Seluruh Jajaran Kembali Bertugas

Prof. Lukman Thahir meminta seluruh pejabat, dosen, tenaga kependidikan, serta karyawan UIN Datokarama untuk segera kembali ke kampus dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab masing-masing dengan dilandasi ketulusan hati. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan tinggi dengan slogan “1.000 mimpi” harus mampu mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan slogan 1.000 mimpi harus mampu mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Data absensi menunjukkan tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), mencapai 100 persen. Hal ini menandakan kesiapan penuh UIN Datokarama untuk kembali memberikan pelayanan optimal.

“Di hari pertama, layanan akademik mulai melayani mahasiswa. Bahkan, para dosen mulai masuk mengajar di kelas,” tambah Prof. Lukman, menunjukkan aktivitas kampus yang telah berjalan normal.

Tiga Pilar Pelayanan Akademik

Lebih lanjut, Prof. Lukman Thahir menggarisbawahi bahwa pelayanan akademik harus dibangun di atas tiga dasar penting: nilai kejujuran, empati, dan semangat pantang menyerah. Ketiga pilar ini diharapkan dapat menopang terciptanya lingkungan akademik yang kondusif.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kesejahteraan akademik, di mana dosen dapat mengajar dengan tenang, staf bekerja dengan terukur, dan mahasiswa dapat fokus sepenuhnya pada prestasi tanpa terganggu kendala teknis,” pungkasnya.