Banjir meluas di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat (30/1/2026) setelah tanggul Sungai Cipunagara jebol di beberapa titik. Insiden ini menyebabkan ribuan rumah terendam air dengan ketinggian rata-rata satu meter, bahkan mencapai dua meter di sejumlah lokasi, memaksa ribuan warga mengungsi.

Tanggul Jebol Akibat Debit Air Ekstrem

Luapan Sungai Cipunagara menjadi pemicu utama peningkatan debit air secara drastis, terutama di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Sungai tersebut tidak lagi mampu menampung kiriman air hujan dari kawasan hulu, yang diperparah dengan derasnya arus hingga menyebabkan tanggul jebol.

Ketua RW 09 Dusun Kedung Gede, Uci Sanusi, mengungkapkan bahwa jebolnya tanggul terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Ia menilai struktur tanggul yang berada di atas gorong-gorong tidak cukup kuat menahan tekanan air yang ekstrem.

“Fondasinya enggak kuat. Airnya terlalu deras. Begitu jebol, air langsung masuk ke pemukiman,” kata Uci, menggambarkan kepanikan warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

Uci menambahkan, meskipun kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir, ketinggian air kali ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Genangan air di titik tertentu bahkan dilaporkan mencapai ketinggian dua meter.

Delapan Kecamatan Terdampak, Penyelamatan Korban Diintensifkan

Banjir yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang ini terus meluas hingga mencakup delapan kecamatan. Situasi ini memaksa ribuan warga berbondong-bondong mengevakuasi diri menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.

Saat ini, program tanggap darurat dari pemerintah daerah setempat mulai difokuskan pada upaya penyelamatan korban yang masih terjebak serta penyaluran bantuan logistik bagi para pengungsi di titik-titik evakuasi.