Presiden Amerika Serikat Donald Trump berharap hubungan antara AS dan China akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Jumat, 15 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Trump juga menepis komentar Xi yang sebelumnya mengisyaratkan Amerika Serikat sedang mengalami kemunduran.
Trump berdalih bahwa kritik yang disampaikan Presiden Xi Jinping tersebut sebenarnya ditujukan untuk pemerintahan AS sebelumnya di bawah kendali mantan presiden Joe Biden, bukan pemerintahan di masa kepresidenannya saat ini.
Trump Bantah Kemunduran AS, Salahkan Pemerintahan Biden
“Ketika Presiden Xi dengan sangat elegan menyebut Amerika Serikat, yang mungkin dianggap sedang menurun, ia (Xi Jinping) merujuk pada kerusakan besar yang kami (AS) derita selama empat tahun pemerintahan The Sleepy Joe Biden dan The Biden Administration. Dalam hal itu, dia 100 persen benar,” kata Trump melalui platform Truth Social.
Trump secara terang-terangan menyalahkan pemerintahan Biden atas apa yang ia sebut sebagai ekonomi yang melemah, masalah imigrasi, meningkatnya kriminalitas, serta kebijakan sosial yang ia tentang, termasuk inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.
Sebaliknya, Trump menggambarkan pemerintahannya sebagai pihak yang berhasil memulihkan kekuatan ekonomi dan militer AS selama 16 bulan masa jabatannya. Ia mengutip kinerja pasar saham yang mencetak rekor, angka ketenagakerjaan yang kuat, meningkatnya investasi asing, serta keberhasilan militer di luar negeri sebagai bukti kebangkitan kembali kekuatan Amerika Serikat.
“Faktanya, Presiden Xi memberi selamat kepada saya atas begitu banyak keberhasilan luar biasa dalam waktu yang sangat singkat. Dua tahun lalu, kami memang merupakan negara yang sedang mengalami kemunduran. Dalam hal itu, saya sepenuhnya setuju dengan Presiden Xi; tetapi sekarang, Amerika Serikat adalah negara terhebat di dunia,” ucap Trump.
Kunjungan resmi Trump ke Beijing disambut secara resmi, dengan Wakil Presiden China Han Zheng turut menghadiri upacara penyambutan. Trump menutup pernyataannya dengan menyoroti potensi perbaikan hubungan kedua negara.
“Mudah-mudahan hubungan kami dengan China akan menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
