Minat masyarakat Kota Probolinggo terhadap penggunaan sepeda listrik menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada tahun 2026. Angka penjualan harian rata-rata mencapai 8 hingga 15 unit, dengan total penjualan bulanan menembus lebih dari 100 unit.

Peningkatan ini, menurut Abu Bakar, salah satu karyawan di toko sepeda listrik setempat, didorong oleh kualitas baterai yang semakin awet. “Untuk harga, produk yang ditawarkan sangat variatif, mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp3.400.000, dengan merek tertentu menjadi pilihan yang paling diminati konsumen,” terang Abu Bakar pada Minggu (3/5/2026).

Meskipun diminati, penggunaan sepeda listrik juga memiliki tantangan, terutama terkait masa pakai baterai. Baterai umumnya perlu diganti setelah 2 hingga 3 tahun pemakaian. Sebagai bentuk layanan purna jual, pihak toko memberikan garansi aki selama tiga bulan dan garansi servis selama enam bulan.

Dari sisi konsumen, kepraktisan menjadi alasan utama beralih ke moda transportasi ini. Zainal Abidin, warga Kelurahan Kedemangan, Kota Probolinggo, merasakan betul kemudahan yang ditawarkan sepeda listrik, terutama bagi warga lanjut usia.

“Buat perjalanan gampang, kan enggak semua orang tua itu bisa pakai sepeda motor, jadi lebih memudahkan,” ujar Zainal. Ia menambahkan, sepeda listrik miliknya yang dibeli seharga Rp3.300.000 sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari seperti pergi ke pasar.

Untuk menjaga keawetan baterai, pihak penyedia menyarankan pengguna untuk memperhatikan cara pengecasan. Pengguna diimbau untuk tidak menunggu baterai benar-benar habis atau drop sebelum melakukan pengisian ulang. Dengan jarak tempuh mencapai 40 kilometer dalam kondisi baterai penuh, sepeda listrik kini menjadi pilihan transportasi yang hemat dan efisien bagi masyarakat Kota Probolinggo.