Gesit News – Lombok Timur – Kegiatan harian dan mingguan santri TPQ Asshaulatiyyah Masjid Nurul Wathan, Dusun Tanak Mira Daya, Desa Wanasaba Lauk, terus berjalan secara rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan akhlak dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Program kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membiasakan para santri dan santriwati melakukan aktivitas positif yang menjadi bekal kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, pembinaan ini diarahkan untuk mencetak generasi pelajar yang mampu menyiarkan ajaran agama Islam dengan baik di tengah masyarakat.
Kegiatan harian santri dimulai sejak pagi hari. Setiap waktu subuh, para santri melaksanakan kegiatan menghafal Al-Qur’an serta membaca surah-surah dalam Juz 30. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 06.00 Wita sebagai bentuk pembiasaan kedisiplinan dan kedekatan dengan Al-Qur’an sejak dini.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran tajwid di masing-masing kelas, tahfidz Al-Qur’an, serta pembelajaran sesuai jadwal kelas. Khusus untuk santri kelas 1A, kegiatan difokuskan pada pembelajaran membaca Al-Qur’an sebagai dasar kemampuan literasi keislaman.
Selain kegiatan harian, TPQ Asshaulatiyyah juga memiliki agenda mingguan yang terstruktur. Latihan hadroh dilaksanakan satu kali dalam sepekan sebagai sarana pengembangan bakat seni islami santri. Pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan rutin dilaksanakan setiap hari Senin, sedangkan pembacaan Al-Barzanji digelar setiap malam Jumat. Sementara itu, pembelajaran tilawah Al-Qur’an dijadwalkan setiap malam Rabu.
Keberadaan TPQ Asshaulatiyyah dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak di Dusun Tanak Mira Daya. Setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki nilai pendidikan dan spiritual yang saling melengkapi, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Meskipun TPQ Asshaulatiyyah tidak secara formal berada di bawah organisasi tertentu, mayoritas santri dan santriwatinya merupakan pelajar Nahdlatul Wathan. Hal ini sejalan dengan kondisi sosial masyarakat Tanak Mira Daya yang merupakan salah satu ranting Nahdlatul Wathan, sehingga nilai-nilai ke-NW-an tumbuh secara alami dalam proses pembinaan santri. (Yunita)
