Tokoh agama Islam sekaligus juru damai konflik Poso, KH Muhammad Adnan Arsal, meninggal dunia pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di Poso, Sulawesi Tengah. Kepergian Ustad Adnan Arsal meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok penyeru perdamaian.
Ketua YWAU Poso Konfirmasi Kepergian
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) Poso, Yusrin Ichtiawan. “Innalillahi wainnailaihi ilaihi Raji’un, dengan izin Allah dan pulang dengan tenang telah kembali menuju Rabb Nya ayahanda, orang tua dan guru kita KH Muhammad Adnan Arsal,” ujar Yusrin.
Yusrin juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan selama Ustad Adnan menjalani perawatan akibat sakit.
Jejak Perjuangan Sang “Panglima Damai”
Ustad Adnan Arsal dikenal luas sebagai sosok sentral dalam upaya perdamaian pascakonflik Poso yang berkepanjangan. Kisah perjuangannya bahkan diabadikan dalam buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal: Panglima Damai Poso” karya Khoirul Anam yang terbit pada tahun 2021.
Meskipun pernah dijuluki “panglima”, Ustad Adnan memilih jalan yang berbeda dari kekerasan. Ia menolak menjadikan konflik sebagai medan perang, melainkan menyerukan dialog sebagai solusi. “Perang tak akan usai dengan ayunan parang, tetapi harus diselesaikan melalui dialog dengan hati yang lapang,” demikian salah satu pesan yang terekam dalam buku tersebut.
Di tengah bara konflik yang melanda Poso, Ustad Adnan Arsal berdiri sebagai jembatan, menghubungkan pihak-pihak yang terpecah dan meredakan ketegangan. Ia mengajak semua pihak untuk duduk bersama, membuka ruang dialog, dan mencari jalan keluar yang manusiawi.
“Konflik ini bikin kita semua lelah, frustrasi, habis semua,” ungkapnya, menggambarkan betapa besar harga yang harus dibayar akibat pertikaian.
Oleh karena itu, ia tak pernah lelah menyerukan pentingnya dialog. “Utamakan dialog. Konflik di masyarakat pasti bisa didialogkan. Selesaikan semuanya dengan damai, tak perlu lakukan kekerasan. Itu tidak akan menyelesaikan konflik,” tegas Ustad Adnan.
Mendirikan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah
Pascakonflik, pada tahun 2001, Ustad Adnan mendirikan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) di Kayamanya, Poso, Sulawesi Tengah. Yayasan ini berfokus pada pendidikan Islam, sosial kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat dengan manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah, menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga perdamaian dan membangun kembali masyarakat Poso.
Kepergian Ustad Adnan Arsal bukan hanya kehilangan seorang tokoh agama, melainkan juga seorang penenun harapan yang jejaknya akan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Poso, sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi.
