Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan TNI Angkatan Laut Makassar berhasil menggagalkan transaksi dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi oleh jaringan sindikat di tengah laut. Operasi ini mengamankan kapal tanker dan armada truk tangki raksasa yang diduga terlibat dalam kejahatan ekonomi tersebut.
Komandan Komando Daerah Militer Angkatan Laut VI (Dankodaeral) Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Rabu (25/2/2026), menjelaskan bahwa sindikat BBM ilegal ini diamankan setelah anak buahnya mencurigai adanya kapal tanker yang berputar-putar di tengah laut sambil menunggu armada lainnya. “Sebelum disergap itu, kami bertindak sangat hati-hati dan perkembangan itu terus dipantau oleh tim intelijen TNI AL, hingga akhirnya dilakukan penyergapan,” ujarnya.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz mengungkapkan, operasi penyergapan presisi ini berhasil menggulung sindikat dugaan pendistribusian BBM secara ilegal pada Minggu dini hari (22/2). Penyergapan kilat dilaksanakan di dua titik strategis, tepat pukul 00.06 WITA, saat aktivitas kota mulai meredup. Tim Quick Respons Kodaeral VI yang terdiri dari Satuan Intelijen (Sintel) dan Detasemen Intelijen (Denintel Kodaeral VI), bersama tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) KAL Suluh Pari II.6-60, melaksanakan investigasi mendadak.
“Operasi ini menyasar dua lokasi sekaligus yaitu perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea Makassar,” kata Laksda TNI Andi Abdul Aziz. Petugas berhasil menghentikan aktivitas pendistribusian BBM secara ilegal dari mobil tangki ke kapal muatan minyak Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang tengah berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
Dalam operasi tersebut, TNI AL mengamankan aset bernilai miliaran rupiah yang diduga kuat menjadi instrumen kejahatan ekonomi. Aset yang disita meliputi dua unit SPOB dan tujuh unit mobil tangki berbagai kapasitas, mulai dari 5 kiloliter (KL) hingga 24 KL. “Total muatan terdeteksi sekitar 106 KL solar di 2 SPOB yang tidak dilengkapi dokumen sah,” tutur Dankodaeral VI.
Saat ini, seluruh barang bukti berupa tujuh unit mobil tangki, dua unit SPOB, beserta para kru dan penanggung jawab kegiatan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut. “Kami akan terus melakukan pendalaman guna membongkar dalang di balik rantai distribusi BBM ilegal ini hingga ke akarnya,” ucap Laksda TNI Andi Abdul Aziz.
