Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tingginya antusiasme masyarakat yang berkunjung untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN turut mendorong geliat aktivitas ekonomi, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha lainnya.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan dampak positif ini. “Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujar Troy pada Sabtu (28/3) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN.
Peningkatan Omzet Signifikan bagi UMKM Lokal
Sejumlah pelaku UMKM di IKN melaporkan adanya peningkatan omzet yang signifikan selama periode libur Lebaran. Kevin, pedagang dari Rumah Makan Global yang menjajakan makanan dan minuman di area glamping, menyebut penjualannya melonjak seiring bertambahnya jumlah pengunjung.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” ungkap Kevin.
Senada dengan Kevin, Nita dari Café Sepaku Empat juga merasakan dampak positif ini. Ia mengatakan penjualan meningkat drastis pada hari-hari awal Lebaran.
“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” jelas Nita. Ia menambahkan, mochi menjadi produk yang paling laris. “Meskipun proses pembuatannya cukup lama penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak,” tambahnya.
Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” yang berlokasi di area Plaza Seremoni, turut mencatat peningkatan penjualan dagangannya. “Omzet penjualan itu sekitar Rp10 sampai Rp12 juta per hari,” kata Wahyu.
Di sektor suvenir, Dina, pelaku UMKM suvenir Nusantara, melaporkan omzetnya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara. Sementara itu, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto, yang bergerak di kuliner modern, juga melihat lonjakan omzet saat libur dan adanya kegiatan di kawasan IKN.
“Misal liburan gini atau ada event kita bisa tembus Rp10 atau Rp15 juta, kalau enggak ada event Rp2 atau Rp3 juta,” ujar Ichi.
Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara menyampaikan bahwa produk bakwan Malang miliknya menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. “Rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet,” ujarnya.
“Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung datang kembali karena mengingat menu kami,” lanjut Sri Mus Mulyawati. Ia juga menyoroti bahwa akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam peningkatan jumlah kunjungan, di mana pembukaan akses jalan selama periode libur dinilai sangat berpengaruh.
Optimisme Investasi di Ibu Kota Nusantara
Menanggapi geliat ekonomi ini, Troy Pantouw menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang telah berpartisipasi. “Otorita IKN memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sudah membuka outlet di berbagai titik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN serta kepada pelaku UMKM yaitu pedagang makanan dan minuman, merchandise yang berasal dari warga sekitar.”
Ia menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar berkah musiman. “Ini bukan sekedar berkah musim liburan namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” tegas Troy.
