JAKARTA – Televisi Republik Indonesia (TVRI), sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia, tengah menimbang kemungkinan untuk menayangkan pertandingan di kanal YouTube miliknya. Keputusan ini muncul setelah banyaknya pertanyaan dari penggemar sepak bola terkait penayangan gratis selama 10 menit pertama di platform digital.
Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, menjelaskan bahwa penayangan langsung di YouTube atau TikTok hanya dapat dilakukan oleh pemegang hak siar. Hal ini menanggapi spekulasi yang beredar di masyarakat.
“Kami mendapat jawaban bahwa yang dimaksud dengan live 10 menit pertama di YouTube dan juga mungkin TikTok. Untuk siaran di YouTube akan di akun pemegang hak siar. Jadi itu di akun TVRI bukan di akun yang lain,” ujar alumni Universitas Sumatra Utara itu.
Meski demikian, TVRI belum mengambil keputusan final mengenai apakah seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 akan ditayangkan di kanal YouTube. Usman Kansong menegaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan secara cermat dampak dari keputusan tersebut.
“TVRI akan menimbang-nimbang, kalau itu dikira-kira berdampak positif atau berdampak negatif menayangkan di akun YouTube TVRI,” ucap Usman.
Pertimbangan utama TVRI adalah untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para penonton. Diketahui, FIFA sendiri telah menggandeng YouTube sebagai mitra untuk ajang akbar sepak bola dunia ini, memungkinkan penayangan pertandingan selama 10 menit setelah kick-off.
