Film ‘Pelangi di Mars’ besutan Mahakarya Pictures menuai banyak pujian sejak tayang perdana pada 18 Maret 2026. Kualitas animasi dan efek visualnya disebut-sebut mampu bersaing dengan produksi Hollywood, menandai lompatan besar bagi sinema anak Indonesia.

Sutradara film, Upie Guava, mengungkapkan bahwa karya ini lebih dari sekadar tontonan. “Tak hanya sekedar film, tapi ini merupakan sebuah bentuk surat cinta untuk mimpi anak Indonesia,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Perjalanan Panjang di Balik Layar

Ide ambisius untuk ‘Pelangi di Mars’ telah lahir sejak tahun 2020. Upie Guava kala itu diliputi keresahan akan mimpi besar anak-anak Indonesia yang dirasanya mulai memudar. Ia bertekad menciptakan sebuah film yang mampu membangkitkan kembali semangat tersebut.

Perjalanan panjang ini kemudian menemukan titik terang setelah bergabungnya produser Dendi Reynando dari Mahakarya Pictures. Dendi juga memiliki keresahan serupa, yakni minimnya Kekayaan Intelektual (IP) anak asli Indonesia saat ia membawa anaknya ke bioskop atau toko mainan. Di bawah kepemimpinan dua “kapten” ini, dimulailah perjalanan produksi yang memakan waktu lebih dari lima tahun.

Film hybrid animasi dan live-action ini mengadopsi teknologi XR dalam proses pembuatannya, sebuah teknologi mutakhir yang juga digunakan dalam produksi film Hollywood seperti The Mandalorian dan The Batman. Berjalan perlahan dengan teknologi yang masih asing, proyek ini pada akhirnya didukung oleh ratusan talenta Indonesia yang percaya akan visi gila tersebut.

Lebih dari lima tahun dedikasi dan pembelajaran bersama, ‘Pelangi di Mars’ akhirnya hadir dengan visual kelas dunia yang belum pernah ada di film Indonesia sebelumnya.

YouTuber dan influencer Muntaz Halilintar, yang sempat diajak melihat langsung proses produksi di Doss Guava XR Studio, turut membagikan kekagumannya. “Salah satu set paling gila yang pernah saya lihat. So much effort, so much heart to it,” ungkap Muntaz.

Kehadiran ‘Pelangi di Mars’ diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk kembali merajut mimpi-mimpi besar mereka.