Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 32 wilayah Jawa Tengah pada Kamis (26/3/2026). Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Selain itu, banjir rob dengan ketinggian hingga 1 meter juga diprediksi melanda perairan utara Jawa Tengah, menyebabkan genangan di sejumlah daerah pesisir Pantura.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, secara khusus menyoroti ancaman banjir rob. “Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah akibat air laut pasang di perairan utara pada pukul 14.00-18.00 WIB,” kata Sediyanto, Kamis (26/3/2026).
Menurut Sediyanto, banjir air laut pasang ini diperkirakan akan melanda sejumlah daerah yakni Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati. Dampaknya tidak hanya merendam permukiman warga di pesisir, tetapi juga mengganggu aktivitas vital seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan usaha petani garam.
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pada pagi hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya berawan dengan hujan ringan yang mengguyur beberapa daerah di Pantura. Namun, memasuki siang, sore, hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur secara merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Bahkan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 32 daerah. Meskipun gelombang tinggi di perairan utara telah mereda, ketinggian gelombang di perairan selatan masih mencapai 1,25-2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menegaskan kembali potensi cuaca ekstrem di 32 daerah Jawa Tengah pada Kamis (26/3/2026). Ia meminta warga untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Potensi cuaca ekstrem ini, lanjut Arif, terjadi cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Solo Raya, dan Jawa Tengah bagian tengah. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama bagi pengendara yang sedang melakukan perjalanan balik.
Berikut adalah 32 daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem:
- Banyumas
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Wonosobo
- Mungkid
- Boyolali
- Klaten
- Karanganyar
- Sragen
- Grobogan
- Blora
- Rembang
- Pati
- Kudus
- Jepara
- Demak
- Ungaran
- Temanggung
- Kendal
- Batang
- Kajen
- Pemalang
- Slawi
- Brebes
- Magelang
- Salatiga
- Semarang
- Pekalongan
- Tegal
- Bumiayu
- Majenang
- Ambarawa
“Sedangkan daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95%,” ujar Arif.
