Palu, Sulawesi Tengah – Anugerah Perdana, selaku Main Dealer sepeda motor dan suku cadang Honda di Sulawesi Tengah (Honda Sulteng), mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026. Imbauan ini disampaikan mengingat peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.

Memasuki bulan suci, mobilitas warga umumnya meningkat, terutama pada pagi hari saat berangkat sekolah atau bekerja, serta pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi ini seringkali menyebabkan kepadatan di berbagai titik kota, sehingga risiko kecelakaan pun dapat meningkat.

Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk selalu berkendara dengan kecepatan aman, menjaga jarak dengan kendaraan lain, serta tetap fokus tanpa menggunakan ponsel. Langkah-langkah ini krusial untuk mampu mengantisipasi situasi mendadak di jalan raya. Sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Honda Sulteng membagikan beberapa tips penting yang dapat diterapkan selama bulan Ramadhan.

1. Utamakan Keselamatan di Area Sekolah

Lingkungan sekolah merupakan area dengan tingkat aktivitas tinggi, di mana banyak pelajar berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan saat melintasi area ini dan mematuhi rambu lalu lintas yang ada. Prioritaskan juga penyeberang jalan demi keamanan bersama.

Bagi pelajar yang berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup sangat penting. Perlengkapan ini berfungsi sebagai perlindungan utama untuk meminimalkan risiko cedera jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Jaga Kondisi Fisik Selama Berpuasa

Selama menjalankan ibadah puasa, kondisi tubuh dapat mengalami penurunan konsentrasi akibat lapar dan haus, terutama pada siang hingga sore hari. Pengendara disarankan untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk.

Hindari berkendara secara terburu-buru menjelang waktu berbuka puasa, karena hal ini dapat memicu tindakan agresif di jalan. Perencanaan waktu perjalanan yang lebih baik akan membantu menjaga emosi tetap stabil dan mengurangi potensi berkendara yang membahayakan.

3. Bangun Etika Berkendara di Tengah Aktivitas Ramadhan

Peningkatan aktivitas masyarakat di pasar Ramadhan dan pusat keramaian menuntut sikap saling menghormati antar pengguna jalan. Hindari penggunaan knalpot bising yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara lain.

Selain itu, jangan berpindah jalur secara tiba-tiba dan selalu gunakan lampu sein sebelum berbelok. Budaya tertib berlalu lintas menjadi kunci utama terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

4. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

Sebelum digunakan, pengendara dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara rutin di AHASS terdekat. Pemeriksaan ini meliputi kondisi rem, lampu, tekanan ban, hingga bahan bakar.

Kendaraan yang terawat dengan baik tidak hanya membantu meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga krusial untuk keselamatan selama perjalanan. Edukasi keselamatan kepada keluarga dan pelajar juga menjadi langkah penting dalam membangun budaya #Cari_Aman di masyarakat.

Yusman, Safety Riding Instructor Honda Anugerah Perdana Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa keselamatan berkendara selama Ramadhan membutuhkan kesiapan menyeluruh dari pengendara. “Berkendara saat berpuasa memerlukan pengendalian diri yang lebih baik, baik secara fisik maupun emosional. Dengan menjaga kondisi tubuh, menggunakan perlengkapan berkendara lengkap, serta tetap disiplin di jalan, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Melalui edukasi keselamatan berkendara ini, Honda Sulteng berharap masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih tenang dan aman di jalan raya. Keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan fisik, mental, serta sikap saling menghormati antar pengguna jalan. Kampanye #Cari_Aman menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama dalam setiap perjalanan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari maupun ibadah puasa dengan nyaman dan selamat sampai tujuan.