Tim Nawasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil meraih posisi kedua dalam International Student Design Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) di New York City, Amerika Serikat.
Inovasi yang membawa tim beranggotakan 10 mahasiswa ini ke podium adalah MV Great Idia, sebuah desain kapal feri futuristik yang mengusung teknologi Compressed Natural Gas (CNG). Atas capaian ini, Tim Nawasena diundang secara khusus untuk menyampaikan pidato penghargaan di New York pada awal Mei mendatang.
Pertarungan Sengit di Kancah Global
Kompetisi desain kapal ini diikuti oleh 18 tim dari sembilan negara berbeda, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Mesir, menunjukkan ketatnya persaingan. Tim Nawasena merancang MV Great Idia secara spesifik untuk menjawab tantangan transportasi di rute Lokoja – Onitsha, Sungai Niger, Nigeria.
Ketua Tim Nawasena ITS, Bachtiar Shifa Bahari, menjelaskan bahwa pemilihan desain lambung wave-piercing catamaran pada kapal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kelincahan operasional di perairan sungai yang dangkal. “Desain ini efektif memangkas hambatan air, sehingga operasional kapal jauh lebih efisien,” ungkap Bachtiar pada Kamis (05/3/2026).
Desain Inovatif dan Ramah Lingkungan
Dengan dimensi panjang 35 meter, MV Great Idia dirancang untuk mampu mengangkut 200 penumpang dan beban kargo hingga 16 ton. Selain tangguh secara fisik, kapal ini juga sangat mengedepankan aspek energi hijau.
Sistem kelistrikannya mengandalkan kombinasi generator bahan bakar gas, panel surya, serta teknologi waste heat recovery yang berfungsi mendaur ulang panas sisa menjadi energi. Langkah ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam upaya menekan emisi karbon di sektor transportasi air.
Tim Nawasena juga memikirkan kendala infrastruktur yang kerap dihadapi di wilayah Afrika. “Karena dermaga di sana terbatas, kami lengkapi kapal dengan pintu rampa depan (forward ramp door) dan derek internal (onboard crane). Jadi, bongkar muat barang bisa dilakukan secara mandiri tanpa tergantung fasilitas pelabuhan,” tambah Bachtiar.
Dari sisi keamanan, MV Great Idia dibekali sistem Nawasena Navigation Assisted (NAVENA). Teknologi kecerdasan ini berfungsi sebagai peringatan dini untuk mencegah potensi tabrakan di jalur sungai yang padat.
Konsistensi Prestasi Internasional
Prestasi ini semakin memperpanjang daftar catatan emas Tim Nawasena di panggung internasional. Sejak tahun 2022, tim ini secara konsisten berhasil meraih podium dalam berbagai kompetisi desain kapal dunia. Hal ini membuktikan bahwa riset dan inovasi mahasiswa Indonesia mampu memberikan solusi kontekstual dan berkelanjutan untuk tantangan industri maritim global.
sumber gambar: jatimnow.com 