Tiga warga Jepara meninggal dunia setelah mobil sedan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Pandalungan di perlintasan Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa, 24 Februari 2026 malam. Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 23.05 WIB, saat mobil sedan diduga menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.

Mobil sedan bernomor polisi AB 1266 NH tersebut ringsek parah dan terpental sejauh kurang lebih 50 meter dari titik tabrakan. Benturan keras akibat insiden ini mengejutkan warga sekitar dan terdengar hingga radius ratusan meter. Lokomotif KA 31 Pandalungan dengan nomor loko CC 2061356 jurusan Surabaya-Gambir juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Seksi Humas Polres Grobogan, Iptu Arif Suryanto, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menjelaskan bahwa dua korban meninggal dunia pada awal kejadian adalah pengemudi bernama Endri Prasetiyo (41), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara, serta Hany Puji Sulistyo (34), warga Desa Pengkol, Kecamatan Jepara. Kemudian, pada Rabu, 25 Februari 2026, satu korban lagi bernama Muhammad Rifqi Tahardian asal Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menyusul meninggal dunia.

“Menurut informasi diperoleh dari keluarga korban, mereka akan berangkat untuk tujuan ziarah, tetapi baru sampai lokasi kejadian terjadi tabrakan tersebut,” ujar Iptu Arif Suryanto.

Berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi, Iptu Arif Suryanto mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika petugas jaga perlintasan kereta api sedang menutup pintu perlintasan. Saat itu, KA Pandalungan dari arah timur (Surabaya) menuju barat (Jakarta) akan melintas di KM 24 petak jalan Gubug-Tegowanu.

Namun, saat pintu perlintasan baru saja tertutup, tiba-tiba muncul mobil sedan berwarna silver dengan nomor polisi AB 1266 NH yang melaju dari arah utara menuju selatan. Mobil tersebut menerobos perlintasan kereta api, sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.

Sarijo, seorang warga sekitar, menceritakan suasana pasca-kejadian. “Tadi malam warga langsung berdatangan di lokasi kejadian dan bersabar menyaksikan petugas kepolisian melakukan evakuasi terhadap para korban luka parah di dalam mobil sedan itu,” katanya.

Setelah korban dievakuasi dan mobil yang ringsek dipindahkan, kereta api jurusan Surabaya-Gambir melanjutkan perjalanannya. “Ada tiga penumpang sedan yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gubug. Informasinya, para korban tewas merupakan laki-laki,” tambah Sarijo.