Tiga peristiwa ledakan beruntun mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Timur menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Insiden ini terjadi di Kediri, Blitar, dan Jember dalam rentang waktu tiga hari, menyebabkan kerusakan bangunan dan melukai sejumlah warga, serta memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Ledakan Misterius dari Paket Online Rusak Rumah Warga di Kediri
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (15/3/2026) malam di Dusun Plumpungrejo, Kabupaten Kediri. Dua kali ledakan keras merusak bagian atap dan dapur sebuah rumah warga. Kepala desa setempat, Sukarmanto Wijaya, menyebut bahwa “ledakan diduga berasal dari bubuk mercon dalam jumlah besar.”
Penyelidikan awal mengindikasikan ledakan bersumber dari paket mencurigakan yang dibeli secara daring dengan label “pupuk”, namun diduga kuat berisi bahan peledak. Aparat kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam transaksi tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerusakan pada bangunan cukup parah.
Dua Pelajar Terluka Akibat Petasan Meledak Saat Dirakit di Blitar
Selang dua hari, ledakan kembali terjadi pada Selasa (17/3/2026) dini hari di Desa Tapan, Kabupaten Blitar. Ledakan yang berasal dari area belakang musala ini mengakibatkan dua pelajar mengalami luka bakar serius. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Udanawu, Ahmad Rochan, menjelaskan bahwa “ledakan diduga terjadi saat petasan dirakit dan hendak dimasukkan ke dalam selongsong.” Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa bubuk mercon dan selongsong kertas yang belum terisi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Ledakan Saat Salat Tarawih di Jember, Jemaah Panik
Peristiwa ketiga terjadi di sebuah masjid di Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Selasa (17/3/2026) malam saat salat tarawih berlangsung. Ledakan keras membuat jemaah panik dan berhamburan keluar masjid. Ketua takmir masjid, Fadil, mengungkapkan bahwa “suara ledakan terdengar hingga ke kampung sekitar.”
Satu orang jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan tersebut dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, menyatakan bahwa lokasi kejadian telah disterilkan dan dipasang status quo guna kepentingan penyelidikan. Penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim penjinak bom.
Polisi Imbau Warga Waspada dan Tidak Gunakan Mercon
Rentetan tiga ledakan ini memiliki benang merah dugaan penggunaan bahan mercon atau petasan yang berbahaya, baik dari aktivitas penyimpanan, perakitan, maupun distribusi ilegal. Menanggapi kejadian ini, aparat kepolisian di berbagai daerah meningkatkan pengawasan dan mengimbau masyarakat agar tidak membeli, menyimpan, atau merakit bahan peledak secara sembarangan.
Insiden beruntun ini menjadi peringatan serius menjelang Lebaran, menekankan pentingnya faktor keselamatan agar euforia perayaan tidak berujung pada bahaya.
