Sektor pariwisata Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, menunjukkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Samosir berhasil mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini sebesar Rp14.194.153.000.
Capaian signifikan tersebut bersumber dari 14 objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho, menjelaskan bahwa lonjakan PAD ini sejalan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang drastis.
“Pada 2024 tercatat 1.777.132 kunjungan wisatawan, dan pada 2025 meningkat tajam menjadi 2.451.269 kunjungan,” ujar Tetty pada Jumat, 17 Januari 2026. Ia menambahkan, seluruh kunjungan tersebut tercatat pada objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, mengindikasikan daya tarik destinasi Samosir yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Tetty menegaskan bahwa peningkatan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari konsistensi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperbaiki kualitas layanan. Upaya tersebut meliputi pengelolaan destinasi, kebersihan, kenyamanan, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi para pengunjung.
“Pelayanan yang baik menjadi kunci agar wisatawan merasa aman dan nyaman, sehingga terdorong untuk kembali berkunjung,” katanya.
Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat serta sinergi lintas sektor yang dibangun oleh Bupati Samosir dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional turut berkontribusi besar terhadap capaian positif ini.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Samosir optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan berdampak langsung pada kenaikan PAD, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta kesejahteraan pelaku pariwisata dan UMKM lokal. “Harapannya, pariwisata Samosir semakin maju, berdaya saing, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Tetty.
