Pengelola Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Malang menyediakan kanal pengaduan langsung bagi masyarakat yang menemukan armada bus tidak layak atau pelayanan yang menyalahi aturan selama masa angkutan mudik Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik serta mengantisipasi praktik bus ‘nakal’ seperti pelanggaran tarif tiket atau penelantaran penumpang.
Terminal Arjosari, yang berada di bawah Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap laporan. Pengawas TTA Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata terhadap potensi pelanggaran, meskipun seluruh armada bus telah melewati inspeksi keselamatan (ramp check) sebelum beroperasi.
Pengawasan Ketat dan Tes Kesehatan Sopir
Mega Perwira Donowati menjelaskan mekanisme pelaporan yang mudah diakses oleh pemudik. “Jika ada keluhan baik AKAP atau AKDP bisa langsung nge-DM Instagram atau medsos kami, atau nomor pengaduan Nawak Arjosari. Jadi bisa langsung di WA bisa DM, disertakan bukti foto, video, dan kronologinya gimana. Nanti pasti akan kami follow up dan kami evaluasi kami akan tindak bisnya,” kata Mega Perwira Donowati di Terminal Arjosari Malang, Rabu (11/3/2026).
Selain memperketat pengecekan fisik pada sekitar 300 hingga 400 armada bus yang beroperasi setiap harinya, pengelola terminal juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang dan Kepolisian. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan tes kesehatan menyeluruh bagi seluruh sopir dan kru bus. Tes kesehatan yang digelar pada Selasa (10/3/2026) meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tes urine bebas narkoba, hingga kadar alkohol.
Dari hasil tes tersebut, tiga orang sopir terpaksa diistirahatkan dan dilarang mengemudi. Dua sopir terindikasi memiliki kandungan alkohol, meskipun dalam kadar yang sangat kecil, dan satu sopir lainnya mengalami gangguan pendengaran. Mega Perwira Donowati menambahkan, “Untuk yang kandungan alkohol, tidak dalam kandungan yang tinggi, masih sangat kecil sekali, karena nge-vape dan makan tape semalam, tiba di di terminal masih ada (kandungan alkohol) di dalam napas dan darahnya.”
Antisipasi Puncak Arus Mudik dan Dukungan Operator
Terkait volume penumpang, Mega Perwira Donowati menyebut pergerakan penumpang di Terminal Arjosari saat ini masih terpantau landai dan stabil, berkisar antara 3.000 hingga 3.500 penumpang per hari. Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 17-18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret 2026, dengan pergerakan penumpang mencapai 4.500 orang per hari.
Langkah ketat pengelola terminal ini mendapatkan dukungan penuh dari para pelaku usaha transportasi. Penanggung Jawab PO Sinar Jaya, Dedi Fatchurrahman, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan fisik kru dan kelaikan armada jauh hari sebelum memasuki musim mudik. “Di kami sendiri, saya kira sudah dipersiapkan masalah fisik dan tes kesehatan secara berkala. Jadi kita pantau kondisi sopir dan armada terus, supaya lebaran bisa maksimal,” ungkap Dedi.
Dedi juga menambahkan bahwa tren penumpang saat ini justru didominasi oleh arus kedatangan dari wilayah barat, seperti Banten, Jabodetabek, dan Jawa Barat, menuju ke Malang dan sekitarnya. “Untuk keberangkatan dari Malang sendiri, kami mengoperasionalkan 12 armada,” pungkasnya.
