Puluhan rumah di Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terendam banjir sejak Sabtu (23/5) dini hari. Bencana ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Godo yang tak mampu menahan peningkatan debit air setelah hujan lebat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jebolnya tanggul Sungai Godo memperparah dampak banjir yang melanda permukiman warga. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa insiden ini merupakan bencana hidrometeorologi.
“Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Akibatnya, aliran Sungai Godo meluap dan menyebabkan tanggul jebol hingga air merendam wilayah permukiman penduduk,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (24/5).
Data sementara menunjukkan, luapan banjir tersebut berdampak langsung pada sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 50 unit rumah warga tergenang air, yang sempat melumpuhkan mobilitas serta aktivitas harian masyarakat setempat.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati bersama tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan kaji cepat, pemantauan debit air sungai secara berkala, serta koordinasi intensif dengan aparat desa untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
Visual pembaruan data dari Pusdalops BNPB pada Senin (25/5) menunjukkan bahwa genangan banjir di wilayah Desa Tanjunganom sudah mulai berangsur surut. Meskipun demikian, petugas tetap bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Meski air mulai surut, BNPB meminta masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem susulan masih mungkin terjadi dan dapat memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba.
“Warga di sekitar aliran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang dapat memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba,” pungkas Abdul. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus melakukan penguatan pada titik-titik tanggul yang kritis guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang, mengingat curah hujan yang masih fluktuatif di wilayah Jawa Tengah.
