Sutradara film legendaris Iran, Majid Majidi, yang dikenal lewat karyanya ‘Children of Heaven’, menegaskan bahwa Teheran kini menjadi simbol perlawanan bagi masyarakat tertindas di seluruh dunia. Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi operasi gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026, Majidi menyatakan, “Hari ini, Republik Islam Iran mewakili semua orang tertindas dan teraniaya di dunia, berdiri menghadapi rezim Israel dan melawan kebijakan hegemonik pemerintah Amerika Serikat.”
Majidi menggambarkan konflik yang berlangsung bukan sekadar pertarungan militer, melainkan sebuah ‘perang antara kebenaran dan kebatilan’ yang dampaknya terasa hingga ke lapisan masyarakat sipil. Ia menyoroti bahwa garis depan konflik kini meluas ke rumah-rumah penduduk, rumah sakit, bahkan sekolah anak-anak, di mana masyarakat tidak lagi memiliki tempat berlindung selain harapan.
Di tengah tekanan dan kekerasan yang masif, Majidi mengapresiasi keteguhan rakyat Iran. Menurutnya, perlawanan tersebut terpancar dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pemimpin hingga anak-anak sekolah dasar yang turut merasakan imbas situasi. “Terlepas dari semua kekerasan dan tekanan, rakyat Iran tetap berdiri tegak, mulai dari para pemimpinnya hingga anak-anak sekolah dasar yang tidak berdosa. Mereka semua adalah bagian dari narasi perlawanan suatu bangsa yang mau tidak tunduk pada tekanan,” ucap Majidi.
Sutradara peraih nominasi Oscar itu juga menyinggung keterlibatan kekuatan besar dunia di kawasan Timur Tengah. Ia menilai sejumlah negara berupaya mengubah peta geopolitik wilayah tersebut demi menguasai sumber daya dan memperluas pengaruh politiknya. Namun, Majidi mengemukakan bahwa perlawanan masyarakat Iran membuktikan bahwa kehendak suatu bangsa mampu menahan kekuatan besar sekalipun.
Ia meyakini bahwa sejarah akan mencatat tekad, persatuan, dan solidaritas sebagai kekuatan yang dapat membendung hegemoni global.
Lebih lanjut, Majidi menyerukan peran aktif kalangan intelektual, penulis, dan seniman dunia. Baginya, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk tidak berdiam diri terhadap penderitaan manusia dan harus membela kebenaran serta martabat manusia melalui karya seni dan pemikiran mereka. “Hari ini, tanggung jawab moral dan kemanusiaan mereka terhadap penindasan dan ketidakadilan menjadi sangat jelas lebih dari sebelumnya,” ujarnya.
Majidi menambahkan bahwa simpati terhadap rakyat Iran telah muncul dari berbagai negara. Ia meyakini banyak masyarakat dunia memahami bahwa keinginan bangsa Iran adalah kemerdekaan, martabat, serta perlawanan terhadap penindasan. “Hari ini adalah hari kebangkitan dan kesadaran hati nurani di seluruh dunia, hari ketika orang-orang merdeka berdiri melawan ketidakadilan dan membela martabat manusia,” kata Majidi menutup pesannya.
