Ratusan siswa SMPN 1 Jabon mengikuti Pesantren Ramadan yang diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter, akhlak, serta motivasi belajar para pelajar selama bulan suci Ramadan.
Program Pesantren Ramadan berlangsung di masjid sekolah pada Sabtu, 14 Maret 2026. Para siswa memilih untuk tetap berada di lingkungan sekolah sepanjang siang hari guna mengikuti serangkaian materi keagamaan dan pembinaan karakter yang telah disiapkan.
Kolaborasi antara SMPN 1 Jabon dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon ini muncul dari keinginan bersama untuk membangun benteng moral bagi generasi muda. Hal ini penting di tengah tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks saat ini.
Ketua PAC IPNU Jabon, M. Iman Sufajar, menyatakan bahwa organisasi pelajar tersebut ingin terlibat langsung dalam proses pembinaan siswa, terutama pada momentum Ramadan. “Kami mengajak para pelajar mencintai ilmu sekaligus memperkokoh iman. Harapannya, kebiasaan baik tidak hanya muncul saat berada di masjid, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian mereka,” ujar Iman.
Menurut Iman, kegiatan pesantren Ramadan ini menyediakan ruang bagi siswa untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan yang lebih relevan dan dekat dengan dunia remaja.
Pihak sekolah menyambut baik keterlibatan organisasi kepemudaan tersebut. Kepala SMPN 1 Jabon, Yayuk Dian Mandasari, menilai kerja sama ini membawa suasana berbeda dalam upaya pembinaan karakter di sekolah. “Kehadiran organisasi pelajar memberikan pendekatan yang lebih dekat dengan siswa. Materi moral dan spiritual menjadi lebih mudah diterima karena disampaikan oleh teman sebaya,” kata Yayuk.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendengarkan ceramah. Panitia juga menyelenggarakan sesi dialog dan motivasi berprestasi untuk menjaga suasana belajar tetap hidup dan interaktif. Pendekatan ini dirancang agar nilai-nilai keimanan tidak hanya berhenti pada tataran teori, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui Pesantren Ramadan ini, para siswa di wilayah selatan Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara prestasi akademik dan karakter yang kuat. Sekolah berharap pembinaan spiritual semacam ini mampu memperkuat fondasi moral pelajar dan menyiapkan generasi muda yang berintegritas serta berakhlak baik di masa depan.
