Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menahan dua kapal kargo komersial di Selat Hormuz pada Jumat (24/4). Penahanan ini dilakukan dengan alasan operasional tanpa izin dan dugaan keterkaitan kapal-kapal tersebut dengan Israel.
IRGC mengidentifikasi kapal-kapal yang ditahan sebagai “MSC-Francesca” dan “Epaminondas”. Kedua kapal ini dilaporkan beroperasi di bawah perusahaan pelayaran peti kemas MSC, demikian menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.
Teheran menuduh kapal-kapal tersebut melanggar peraturan maritim, mengganggu sistem navigasi, dan membahayakan kapal lain di jalur perairan strategis tersebut. Pihak berwenang Iran juga menyatakan bahwa kapal-kapal itu diduga mencoba melewati Selat Hormuz tanpa terdeteksi sebelum akhirnya dicegat dan dikawal ke perairan teritorial Iran.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan regional yang meningkat. Sejak perang yang diprakarsai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Teheran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Langkah ini, yang disusul blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April, telah menghantam pasokan energi global, terutama di seluruh Asia.
