Jakarta – Program kolaborasi antara Shopee Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bertajuk Emak-Emak Matic dan Genmatic dilaporkan telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inisiatif ini berfokus pada pelatihan ekonomi dan literasi digital.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membuka peluang pendapatan bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha, demi meningkatkan ekonomi keluarga dan kualitas hidup yang lebih baik. “Bisa dibilang ini pilot project, yang alhamdulillah langsung berdampak signifikan, karena memang pada saat ini kita melihat apa sih kebutuhan dari masyarakat, dan alhamdulillah dengan target proyek yang tepat, kita bisa menentukan siapa yang membutuhkan edukasi atau pelatihan digital baik dari Emak-Emak Matic dan Genmatic,” ujar Balques dalam acara Laporan Pencapaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan Genmatic di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sejak awal tahun 2025, program ini telah menjangkau 2.500 peserta di delapan kota di Indonesia. Pelatihan ini secara khusus menargetkan ibu rumah tangga dan generasi muda untuk memperkuat kemampuan literasi digital mereka.

Peningkatan Performa Pelaku Usaha

Balques memaparkan, hasil dari pelatihan Emak-Emak Matic dan Genmatic menunjukkan peningkatan performa yang nyata di kalangan pelaku usaha. Penjual di platform Shopee mengalami peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat. Sementara itu, penjualan makanan melalui Shopee Food mencatat kenaikan rata-rata 1,8 kali lipat pesanan, dan para afiliator berhasil meningkatkan komisi mereka hingga delapan kali lipat.

“Berarti ada dampak yang signifikan untuk pemasukan, paling tidak ini yang nyata yang dihasilkan oleh legacy Emak-Emak Matic dan Genmatic, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan dukungan setelah pendampingan yang tepat dan sangat committed, pengetahuan digital dapat menjadi katalis untuk memutar peluang ekonomi baru bagi para pelaku UMKM, Merchant maupun Affiliate,” tegas Balques.

Selain program pemberdayaan digital, Shopee juga menyediakan dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), untuk membantu penjual, merchant, dan afiliator dalam mempromosikan produk mereka. Pelatihan literasi digital juga difasilitasi melalui Kampus UMKM Shopee, yang menawarkan modul pelatihan sesuai kebutuhan UMKM dan dibimbing oleh pelatih bersertifikat BNSP.

Shopee mencatat, dalam lima tahun terakhir, angka literasi digital di Indonesia telah tumbuh signifikan hingga 17,8 persen. Perkembangan ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi digital yang menuntut adaptasi dari seluruh lapisan masyarakat.

Balques menambahkan, Shopee berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan insentif bagi penjual, merchant Shopee Food, dan afiliator yang berhasil meningkatkan pendapatan. Dukungan tersebut mencakup peningkatan eksposur di media sosial, komersial, maupun di platform belanja lokal Shopee.

sumber gambar: antaranews.com