Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tabrakan antara kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai menjenguk para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026) pagi.

“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” kata Prabowo, seperti dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden. Ia menjelaskan bahwa langkah investigasi ini penting untuk mengetahui penyebab pasti insiden tragis yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa. Ia juga menginstruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan medis optimal hingga pulih sepenuhnya. Selain itu, pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya, menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur kereta api.

Prabowo memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan memberikan dukungan moril kepada pasien serta keluarga yang terdampak. Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai perkembangan penanganan korban pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Presiden tiba di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sekitar pukul 08.39 WIB. Ia langsung menuju poli bedah, kemudian melanjutkan ke ruang perawatan Bougenville, tempat ia berinteraksi langsung dengan para korban yang tengah dirawat.

Kronologi dan Jumlah Korban

Kecelakaan tragis ini terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, yang mencatat 14 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, sebanyak 84 korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain:

  • RSUD Bekasi
  • RS Bella Bekasi
  • RS Primaya
  • RS Mitra Plumbon Cibitung
  • RS Bakti Kartini
  • RS Siloam Bekasi Timur
  • RS Hermina
  • RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini bertujuan untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121.

Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.