Semen Padang FC menelan kekalahan telak dan memalukan 0-7 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-33 Super League yang berlangsung di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, pada Jumat (15/5). Hasil buruk ini tidak hanya menjadi kekalahan terbesar tim berjuluk Kabau Sirah tersebut sepanjang musim ini, tetapi juga mencatatkan rekor yang sangat memalukan di hadapan pendukungnya sendiri.
Rekor Kekalahan Terbesar Musim Ini
Kekalahan 0-7 atas Persebaya Surabaya menjadi noda hitam bagi Semen Padang FC. Angka tersebut tercatat sebagai kekalahan terbesar yang dialami Semen Padang di Super League musim 2025/26. Lebih jauh, skor ini juga menempatkan pertandingan tersebut sebagai salah satu dari dua kekalahan terbesar di Super League musim ini, menyamai hasil PSBS Biak yang juga takluk 0-7 dari Malut United pada pekan ke-30.
Tim tuan rumah, yang statusnya sudah dipastikan terdegradasi, gagal memberikan perpisahan yang manis di laga kandang terakhir mereka. Kekalahan ini semakin menegaskan performa Semen Padang yang tidak mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Delapan Kekalahan Beruntun dan Tanpa Gol
Hasil memilukan ini merupakan kekalahan kedelapan secara beruntun bagi Semen Padang FC dalam delapan laga terakhir mereka. Tren negatif ini diperparah dengan catatan gol yang sangat minim. Dalam enam pertandingan terakhir, Kabau Sirah kebobolan 17 gol tanpa mampu sekalipun mencetak gol balasan ke gawang lawan.
Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tidak mencari alasan atas performa timnya. “Tidak ada alasan apa pun. Para pemain bisa main sampai selesai 90 menit, saya sudah senang. Tidak mudah melawan Persebaya, kami seharusnya beri 200 persen kemampuan. Kami tidak siap,” ujar Imran Nahumarury dengan nada pasrah.
Kekalahan ini menjadi penutup yang pahit bagi Semen Padang di kandang sendiri pada musim Super League kali ini, meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih untuk persiapan di musim mendatang.
