Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendapatkan alokasi sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026. Jumlah ini meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, mengungkapkan bahwa kuota penerima manfaat di Bengkulu melonjak drastis. “Jika dibandingkan pada 2025 lalu, Bengkulu, hanya menerima kuota sebanyak 121 unit rumah,” kata Irsan di Bengkulu, Kamis (12/2/2026).
Penetapan 1.172 unit ini belum termasuk Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah, yang masih dalam tahap penetapan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP). Irsan menambahkan, jika kedua daerah tersebut masuk pada tahap berikutnya, total kuota untuk Bengkulu berpotensi meningkat menjadi lebih dari 1.300 unit.
“KemenPKP, menyampaikan komitmen minimal satu kabupaten mendapat 100 unit maka bertambah sebanyak 200 unit lagi atau lebih,” imbuhnya.
Irsan menjelaskan, 1.172 unit tersebut berasal dari usulan sekitar 23 ribu data calon penerima. Data ini bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4.
Saat ini, proses telah memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Verifikasi lapangan sudah mulai berjalan sejak awal pekan ini untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima.
Pelaksanaan pembangunan rumah BSPS tahap pertama ditargetkan mulai pada Maret mendatang. Program ini tidak berjalan satu tahun penuh, melainkan dibagi dalam beberapa tahap dan seluruhnya dilaksanakan dalam tahun anggaran 2026.
Untuk besaran bantuan, Irsan memastikan tidak mengalami perubahan. Setiap unit rumah menerima bantuan senilai Rp20 juta yang disalurkan melalui bank Himbara. Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima diharapkan berpartisipasi secara swadaya dan gotong royong untuk menyelesaikan pembangunan rumah.
