Semen Indonesia Group (SIG) berhasil mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 di tengah tekanan industri semen nasional. Perusahaan pelat merah ini membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp80 miliar, melonjak 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh kenaikan volume penjualan semen hingga 8,71 juta ton, atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan. Pasar domestik menjadi motor utama dengan peningkatan 5,4 persen, terutama dari segmen semen kantong yang melonjak 11 persen.

Transformasi Bisnis Dorong Kinerja Positif

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil nyata. “Transformasi bisnis yang dijalankan mampu menjaga pertumbuhan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I 2026,” ujarnya.

Meskipun industri semen Indonesia menghadapi tantangan kelebihan pasokan dan tekanan biaya energi, SIG tetap mampu menjaga kinerja operasionalnya. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,62 triliun, naik 8,6 persen seiring dengan peningkatan produksi dan biaya bahan bakar. Biaya operasional juga mengalami kenaikan sekitar 9 persen.

Namun, perusahaan berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4 persen, sebuah langkah strategis yang turut menjaga profitabilitas. SIG mencatat EBITDA sebesar Rp1,06 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp156 miliar. Secara keseluruhan, kinerja SIG pada awal 2026 ini menghasilkan lonjakan laba periode berjalan sebesar 88,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Strategi Penguatan Pasar dan Ekspansi Ekspor

Vita Mahreyni menambahkan, strategi perusahaan terus difokuskan pada penguatan pasar dan efisiensi. “Kami memperkuat pasar mikro, menjaga efisiensi biaya, serta mengembangkan produk turunan semen agar tetap kompetitif,” jelasnya.

Untuk mengatasi tekanan di pasar domestik, SIG juga mulai memperluas jangkauan pasar ekspor. Bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah merampungkan pembangunan fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan berfungsi sebagai gerbang ekspor semen ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

“Ekspor menjadi peluang untuk meningkatkan utilitas produksi sekaligus memberikan margin yang lebih besar,” kata Vita.

Ekspansi ini merupakan langkah krusial bagi Semen Indonesia dalam menjaga pertumbuhan di tengah kondisi pasar domestik yang cenderung jenuh. Dengan peningkatan penjualan semen dan perluasan pasar, SIG berupaya mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun 2026.

Sebagai holding BUMN, SIG menaungi sejumlah produsen semen terkemuka seperti Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja, hingga Thang Long Cement di Vietnam. Perusahaan juga berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan melalui upaya pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.