Suasana hangat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di tengah masa pemulihan pascabencana, warga penyintas banjir bandang mulai memadati kios-kios pakaian untuk menyambut hari kemenangan, menunjukkan semangat kebangkitan yang luar biasa.

Kusuma, seorang penjaga toko pakaian setempat, mengungkapkan peningkatan jumlah pembeli sudah terjadi sejak sepekan sebelum Lebaran. Meskipun ukuran kiosnya tidak terlalu besar, beragam kebutuhan sandang mulai dari pakaian muslim, celana, hingga sandal untuk pria dan wanita ludes diserbu warga.

“Penumpukan pembeli sudah mulai terasa dari H-7 Lebaran kemarin itu, mayoritas memang pakaian anak-anak dan dewasa,” ujar Kusuma, dikutip Rabu (18/3/2026).

Harga Terjangkau Jadi Pilihan Utama

Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas yang sedang merintis kembali hidupnya. Harga yang sangat terjangkau menjadikan kios ini primadona. Di bagian depan toko, terpampang papan iklan yang menawarkan paket pakaian mulai dari Rp35 ribu untuk tiga pasang.

Kombinasi harga miring dan lengkapnya koleksi, termasuk mainan anak, membuat kios ini dipenuhi oleh ibu-ibu dan anak-anak yang ingin tampil rapi di hari raya. Ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, kebahagiaan tetap menjadi prioritas.

Kisah Daini: Bangkit dari Kehilangan

Salah satu pengunjung, Daini, menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. Warga asal Pandan ini merupakan korban banjir bandang yang kehilangan hampir seluruh harta bendanya. Namun, baginya, bencana bukan alasan untuk tidak memberikan kebahagiaan bagi keluarga.

Daini menceritakan bahwa 90% pakaian di rumahnya habis tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu. Kini, melalui sisa rezeki dari usaha barunya, ia memprioritaskan kebutuhan tiga buah hatinya.

“Kami datang ke toko ini, membelikan pakaian baru untuk tiga anak kami. Walaupun di tengah bencana ini, ketika kami ada rezeki tidak ada salahnya kami belikan anak-anak ini pakaian baru,” kata Daini dengan nada optimistis.

Merintis Usaha Baru Pascabencana

Kisah Daini adalah potret kegigihan warga Tapanuli Tengah. Sebelumnya, ia memiliki usaha warung makan dan minuman di depan rumah lamanya. Setelah bencana menghancurkan tempat tinggalnya, Daini tidak menyerah.

Bersama suaminya, ia kini menyewa kontrakan di Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, dan mulai merintis usaha jasa pencucian sepeda motor. Usaha ini menjadi tumpuan baru bagi keluarganya untuk kembali menata kehidupan.

“Waktu itu rumah kena banjir dan pakaian kami habis hanyut terbawa air. Kini, dengan adanya rezeki, dari hasil usaha kami merintis, kami berikanlah pakaian baru bagi anak-anak,” pungkasnya.

Momentum Lebaran 2026 ini bukan sekadar perayaan bagi para penyintas di Sarudik, melainkan simbol harapan dan pemulihan bagi mereka yang tengah berupaya bangkit dari hantaman bencana.