LEBAK – Aktivis Kabupaten Lebak, Humaedi, memastikan bahwa porsi makanan dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional. Pernyataan ini disampaikan Humaedi kepada wartawan pada Kamis (12/3/2026), menanggapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut.
Menurut Humaedi, program MBG merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan peningkatan kualitas gizi masyarakat sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Secara objektif kita melihat bahwa standar porsi dalam program SPPG telah mengacu pada pedoman Badan Gizi Nasional. Artinya, komposisi makanan dan ukuran porsi yang diberikan telah melalui kajian ilmiah serta pertimbangan para ahli gizi,” ujar Humaedi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
“Dalam menyikapi sebuah kebijakan publik, kita harus bersikap rasional dan proporsional. Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh narasi yang dibangun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa memahami substansi program secara komprehensif,” tegasnya.
Senada, Penasehat DPC Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kabupaten Lebak, Ateng Zaelani, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional tersebut.
Menurut Ateng, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun kualitas generasi bangsa melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
“Program pemenuhan gizi ini harus kita lihat sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ketika kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil terpenuhi dengan baik, maka kita sedang membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Ateng Zaelani.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
“Kita tentu berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan pengawasan yang baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran utama,” tambahnya.
Baik Humaedi maupun Ateng Zaelani berharap masyarakat dapat menyikapi program tersebut secara bijak serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
